TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pembiasaan pola makan bergizi sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting. Upaya tersebut dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau melalui sosialisasi Gerakan Makan Telur dan Minum Susu (Gema Tiramisu) di Berau Expo 2026.
Kegiatan yang berlangsung di GOR Pemuda Tanjung Redeb, Selasa (20/10/26), itu menyasar siswa kelas I dan II SD 002 Tanjung Redeb. Anak-anak diperkenalkan dengan pentingnya mengonsumsi pangan bergizi, khususnya telur dan susu, untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pertumbuhan.
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, menjelaskan Gema Tiramisu merupakan upaya untuk membangun kesadaran anak mengenai pentingnya asupan gizi melalui bahan pangan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, telur dan susu dapat menjadi pilihan sumber protein untuk mendukung kebutuhan nutrisi anak. Selain mudah diperoleh, kedua bahan pangan tersebut juga relatif terjangkau sehingga dapat dimanfaatkan keluarga untuk menunjang pola makan yang lebih baik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa mengonsumsi telur dan minum susu merupakan kebiasaan baik yang perlu diterapkan sejak dini,” ujarnya.
Ia menuturkan, kecukupan gizi memiliki peran penting dalam menunjang pertumbuhan fisik, kesehatan, hingga perkembangan kemampuan anak.
“Karena itu, pemahaman mengenai makanan bergizi perlu diberikan sejak usia sekolah agar dapat membentuk kebiasaan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, pemenuhan gizi tidak selalu harus bergantung pada bahan pangan dengan harga tinggi. Keluarga dapat memanfaatkan sumber protein yang tersedia di sekitar mereka untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, dengan tetap memperhatikan variasi dan keseimbangan makanan.
“Harapannya, anak-anak memahami bahwa makanan bergizi bisa dimulai dari pilihan sederhana yang tersedia di lingkungan mereka, termasuk telur dan susu,” jelasnya.
Pelaksanaan Gema Tiramisu tahun ini mengalami penyesuaian dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya sosialisasi dilakukan dengan mendatangi sejumlah sekolah, kali ini DTPHP Berau memanfaatkan momentum Berau Expo 2026 sebagai sarana penyampaian edukasi kepada anak-anak.
Pihaknya mengungkapkan, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat pelaksanaan program harus disesuaikan. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menyampaikan pesan mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi anak.
“Karena ada penyesuaian anggaran tahun ini, kegiatan Gema Tiramisu sementara kami fokuskan pada sosialisasi dan edukasi,” katanya.
Ia berharap, keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pemahaman mengenai pola konsumsi pangan bergizi di lingkungan sekolah maupun keluarga.
DTPHP Berau juga mendorong para guru untuk meneruskan informasi yang diperoleh selama sosialisasi kepada siswa lainnya.
“Edukasi tidak berhenti pada kegiatan di arena pameran, tetapi dapat terus disampaikan melalui aktivitas pembelajaran di sekolah,” tuturnya.
Melalui Gema Tiramisu, DTPHP Berau berharap kesadaran tentang pentingnya asupan gizi semakin meningkat.
“Pembiasaan mengonsumsi makanan bergizi sejak dini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting di Kabupaten Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Dedy Warseto




