TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal Berau menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembangunan infrastruktur air bersih di kawasan wisata Pulau Derawan dan Maratua. Namun, realisasi pembangunan tersebut masih bergantung pada ketersediaan anggaran serta pembagian peran dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Direktur Perumda Batiwakkal, Saipul Rahman, mengatakan penyediaan air bersih di kawasan wisata menjadi perhatian pihaknya. Sebagai operator pelayanan air minum, Perumda Batiwakkal siap terlibat apabila pembangunan infrastruktur nantinya dipercayakan kepada perusahaan daerah tersebut.
Menurutnya, pembangunan dapat dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) maupun melalui Perumda Batiwakkal, sepanjang tersedia dukungan pembiayaan yang memadai.
“Kami ini sebagai operator permasalahan air bersih, terutama di daerah wisata Pulau Derawan dan Maratua, tentu kita pikirkan. Kalau memang nanti pembangunannya dititipkan ke PDAM, kita siap juga untuk membangun. Cuma kalau belum ada dananya, tidak bisa juga kita,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyediaan air bersih seharusnya dipandang sebagai kebutuhan mendasar yang wajib dipenuhi, bukan semata-mata dihitung berdasarkan besarnya biaya pembangunan.
Terlebih, Derawan dan Maratua merupakan kawasan pariwisata yang memiliki nilai strategis bagi Kabupaten Berau. Ketersediaan air bersih dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sekaligus mendukung pelayanan kepada wisatawan.
“Kalau kita anggap tidak penting, memang mahal sekali. Tapi kalau kita anggap ini penting, mau berapa pun kita danai, karena ini daerah wisata,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pembiayaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih di Maratua. Menurutnya, kawasan tersebut tidak hanya memiliki potensi pariwisata, tetapi juga posisi strategis karena berada di wilayah terluar Indonesia.
Pihaknya menilai dukungan pemerintah pusat akan membuka peluang percepatan pembangunan, terutama apabila kebutuhan anggaran yang diperlukan cukup besar dan sulit dipenuhi hanya melalui kemampuan keuangan daerah.
Selain itu, ia menyebut perlunya kajian awal untuk menentukan kebutuhan serta skema penanganan air bersih di Maratua. Pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak agar rencana tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kajian yang lebih terarah.
“Kita berharap ada dukungan dari pusat. Mudah-mudahan nanti ada kajian dulu untuk di Maratua, sehingga bisa diketahui bagaimana penanganan yang tepat,” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto




