TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pembangunan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Berau di Jalan Raja Alam 3, Kelurahan Rinding, masih menghadapi tantangan waktu.
Hingga awal Oktober 2026, progres pengerjaan lantai satu dan dua baru mencapai 20 persen, sementara proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan MPP pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Diah Kurniawati, mengatakan pekerjaan tetap berjalan dengan anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD murni 2026. Namun, tidak ada tambahan dana untuk proyek tersebut melalui APBD Perubahan.
“Capaian pekerjaan saat ini masih sekitar 20 persen. Untuk anggarannya, kami tetap menggunakan alokasi dari APBD murni karena tidak ada tambahan pada APBD Perubahan 2026,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu kendala yang memengaruhi kecepatan pengerjaan adalah ketersediaan material yang belum sepenuhnya tiba di lokasi. Sejumlah bahan konstruksi, termasuk keramik dan kaca jendela, masih dalam proses pengiriman.
Meski demikian, DPUPR Berau berharap progres pembangunan dapat meningkat dalam waktu dekat, terutama ketika material yang dibutuhkan sudah tersedia dan pekerjaan dapat dilanjutkan secara lebih optimal.
“Beberapa material, seperti keramik dan kaca untuk jendela, masih menunggu pengiriman. Kami berharap pada November nanti perkembangan pekerjaan bisa meningkat cukup besar,” jelasnya.
Pembangunan MPP tahun ini berfokus pada penyelesaian fisik lantai satu dan dua dengan nilai anggaran sekitar Rp9,4 miliar. Lingkup pekerjaan mencakup pemasangan dinding, plafon, instalasi mekanikal dan elektrikal, hingga sistem pemipaan atau plumbing.
Diah menegaskan, target pekerjaan tahun ini diarahkan pada penyelesaian bangunan fisik tanpa mencakup pengadaan mebel atau perabot pendukung pelayanan.
“Prioritas kami tahun ini menyelesaikan bangunan lantai satu dan dua terlebih dahulu. Pekerjaan yang dibiayai anggaran sekarang difokuskan pada fisik gedung, belum termasuk mebel,” ungkapnya.
Sementara itu, pembangunan lantai tiga belum masuk dalam target pembiayaan tahun ini. DPUPR Berau berencana mengusulkan anggaran lanjutan pada 2027. Secara keseluruhan, kebutuhan dana untuk menuntaskan seluruh fasilitas MPP diperkirakan mencapai Rp31 miliar.
Untuk menjaga target penyelesaian, pihaknya juga menyiapkan penyesuaian urutan pekerjaan berdasarkan kondisi lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar pekerjaan yang masih memungkinkan dikerjakan dapat terus berjalan sembari menunggu material lainnya.
“Kami akan menyesuaikan pelaksanaan dengan kondisi di lapangan. Pekerjaan yang bisa didahulukan akan tetap berjalan, sehingga waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mengejar target penyelesaian,” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto




