TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Upaya memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Berau kepada generasi muda terus dikembangkan melalui gerakan literasi berbasis budaya. Salah satunya diwujudkan melalui Festival BaBaDa: Tumbuh dan Bertemu yang digagas Komunitas Literasi Gerobooks Berau.
Festival tersebut menjadi bagian dari Program Penulisan Buku Cerita Anak Bergambar Berbasis Objek Pemajuan Kebudayaan. Kegiatan ini dirancang untuk mendokumentasikan berbagai kekayaan budaya Berau sekaligus mengemasnya dalam bentuk cerita yang lebih dekat dengan dunia anak.
Founder Komunitas Literasi Gerobooks Berau, Risna Herjayanti, mengatakan Festival BaBaDa lahir dari keresahan terhadap minimnya dokumentasi budaya lokal dalam bentuk buku cerita anak.
Menurutnya, Berau memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari tradisi, kesenian, kuliner, hingga berbagai pesta adat yang selama ini banyak diwariskan secara lisan.
“Kami ingin kekayaan budaya Berau tidak hanya berhenti sebagai cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi secara lisan, tetapi juga terdokumentasi dalam bentuk buku yang menarik dan bisa dinikmati anak-anak,” ujarnya, Selasa (6/10/26).
Ia menjelaskan, keberadaan buku cerita anak bergambar dinilai penting di tengah semakin masifnya penggunaan gawai dan paparan budaya populer kepada anak.
Melalui Festival BaBaDa, pihaknya tidak hanya mendorong lahirnya buku, tetapi juga membangun ruang kolaborasi antara penulis, ilustrator, budayawan, akademisi, guru, komunitas literasi, pemerintah dan masyarakat.
“Kami ingin anak-anak mengenal budaya Berau dengan cara yang menyenangkan. Karena itu, prosesnya bukan hanya menulis buku, tetapi juga ada riset, lokakarya, pendampingan, ilustrasi sampai akhirnya menjadi karya yang bisa dibaca bersama,” jelasnya.
Ia berharap gerakan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem literasi budaya di Berau.
“Harapannya, semakin banyak cerita lokal yang bisa ditulis, diterbitkan dan dibaca anak-anak, sehingga mereka tumbuh dengan mengenal budaya dari daerahnya sendiri,” pungkasnya.
Salah satu karya yang lahir dari program tersebut yakni buku “Petualangan Raya di Kota Sanggam”. Buku ini merupakan hasil Lokakarya Penulisan Buku Cerita Anak Bergambar Berbasis Objek Pemajuan Kebudayaan 2026 yang digagas Gerobooks Berau dan difasilitasi Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian.
Penulis dan illustrator yang tergabung dalam projek ini antara lain Ni Nyoman Ayu Suciartini asalh Bali, Ridhayani Purba asal Depok, Hervianna Arta asal Depok, Renggita Dwi Trisnoviyanti asal Berau, Aswan asal Berau, SLA asal Jakarta, Eka Novitasari asal Berau, dan Widi Ainun Amalia asal Berau.
Sementara, Ilustrator antara lain Moktita Widya asal Bandung, Mariam Rabiatul Adawiyah asal Bandung, Farah Aima Syahida asal Jakarta, Azarine Islamey Rahma asal Samarinda, Dilla Pratiwi asal Sangata, Seno Wicaksono asal Bogor, Shela Cahaya Maharani asal Berau, Berliani Nur Isnaini asal Berau, Fillah M. Rosyada asal Berau.
Puncak Festival BaBaDa juga diisi peluncuran buku, diskusi, pameran ilustrasi, pertunjukan seni, lokakarya kreatif, art market, bazar UMKM hingga permainan interaktif. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Dedy Warseto





