TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya mendapatkan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah.
Upaya tersebut disampaikan dalam kunjungan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama jajaran terkait ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Berau menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur yang dinilai strategis bagi konektivitas daerah.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengatakan pertemuan tersebut dilakukan dengan Direktur Pembangunan Jalan. Salah satu pembahasan utama ialah kebutuhan dukungan pendanaan untuk pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Ada beberapa paket yang kami usulkan, terutama yang mendukung ketahanan pangan dan pariwisata,” ujarnya, Minggu (4/10/26).
Sejumlah usulan tersebut di antaranya pembangunan Jalan Gurimbang-Sukkan, Jalan Tani Semurut, Jalan Lingkar Utara Maratua, serta Jembatan Muara Lesan. Selain itu, terdapat beberapa ruas jalan lain yang turut diajukan untuk mendapatkan dukungan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya berkaitan dengan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memiliki peran dalam menunjang sektor strategis Berau, khususnya ketahanan pangan dan pariwisata.
Dalam pertemuan itu, pihaknya pun menyampaikan kondisi sejumlah ruas jalan nasional yang masih mengalami kerusakan di beberapa titik. Di antaranya ruas Kelai-Labanan, Jalan HARM Ayoeb Gunung Tabur, hingga kawasan Simpang Tiga Kampung Maluang.
“Kami juga menyampaikan kondisi ruas jalan nasional yang ada di Kabupaten Berau. Masih ada beberapa titik yang mengalami kerusakan, sehingga kami meminta agar kondisi tersebut juga mendapat perhatian dan segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Ia menambahkan, alokasi dukungan pemerintah pusat melalui DAK hingga program Inpres Jalan Daerah pada periode 2023-2026 menunjukkan kecenderungan menurun. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang ingin diketahui Pemkab Berau, termasuk faktor yang menyebabkan tren penurunan tersebut.
“Kami ingin mengetahui penyebabnya, karena dari tahun 2023 sampai 2026 alokasi yang diterima mengalami tren penurunan,” katanya.
Pihak kementerian, kata dia, akan menginventarisasi usulan yang disampaikan Pemkab Berau.
Ditambahaknnya bahwa Pemerintah pusat juga menjelaskan bahwa pemberian dukungan pendanaan kepada daerah perlu melalui perhitungan dan pertimbangan yang matang.
“Alhamdulillah kami mendapat respon Kementerian sangat positif terkait usulan tersebut dengan melakukan komunikasi bersama balai yang memiliki kewenangan terhadap ruas jalan nasional di wilayah Berau agar kondisi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti,” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





