TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai mempercepat realisasi program perluasan sekaligus peremajaan atau replanting tanaman kelapa dalam seluas 200 hektare pada 2026.
Program yang mendapat dukungan bantuan stimulan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI tersebut kini memasuki tahap finalisasi data calon petani dan calon lokasi (CPCL).
Plt Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau, Hendratno, mengatakan seluruh data spasial lahan yang diusulkan telah dihimpun. Data tersebut kemudian dikirim ke Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) atau BRMP Provinsi Kalimantan Timur untuk menjalani proses verifikasi akhir.
“Fokus kami bukan sekadar menanam, tetapi membangun ekosistem perkebunan kelapa dalam yang berkelanjutan,” kata Hendratno.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengatasi kondisi tanaman kelapa rakyat di Berau yang sebagian besar sudah berusia tua. Selain memiliki pohon yang semakin tinggi, kondisi tersebut turut berdampak terhadap produktivitas kebun.
Melalui program peremajaan, petani nantinya mendapatkan dukungan bibit kelapa unggul yang memiliki masa produktif relatif lebih cepat. Tanaman tersebut diproyeksikan mulai belajar berbuah pada usia sekitar 3,5 tahun.
“Varietas bibit unggul yang disiapkan ini memiliki keunggulan masa produktif yang relatif cepat, di mana pada usia 3,5 tahun tanaman sudah mulai belajar berbuah,” ujarnya.
Hendratno menyebut pengembangan 200 hektare tersebut diarahkan ke sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai sentra kelapa di Berau. Di antaranya Kecamatan Biduk-Biduk, Batu Putih, Talisayan hingga kawasan kepulauan seperti Maratua.
Namun, pengembangan kelapa tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi di tingkat petani. Disbun Berau juga mulai mendorong penguatan sektor hilir agar komoditas kelapa tidak berhenti dijual dalam bentuk buah mentah.
Kelompok tani didorong mengembangkan berbagai produk turunan kelapa yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Salah satu yang telah dikembangkan adalah pengolahan kelapa menjadi minyak goreng kampung melalui program pemberdayaan masyarakat secara terintegrasi.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Berau yang mulai mendorong penguatan sektor-sektor sumber daya alam terbarukan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan pengembangan perkebunan kelapa dalam menjadi bagian dari peta jalan daerah untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan.
Potensi kawasan pesisir Berau juga terus dipersiapkan untuk mendukung pengembangan industri pengolahan kelapa. Perluasan areal tanam, peremajaan tanaman serta penyediaan bibit berkualitas dinilai menjadi fondasi penting sebelum investasi hilirisasi diperluas.
“Dengan adanya jaminan perluasan lahan dan kualitas bibit dari pemerintah, kami optimis Berau bisa menjadi sentra industri olahan kelapa terkemuka di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (ADV)
Penulis: Rizal
Editor: Dedy Warseto




