TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Diskoperindag mendorong penguatan pemasaran secara langsung di sejumlah lokasi strategis. Salah satunya melalui rencana penyediaan galeri UMKM di kawasan pelabuhan atau dermaga yang nantinya dipercantik dan ditata.
Menurutnya, keberadaan galeri tersebut dapat memudahkan wisatawan maupun masyarakat mendapatkan produk lokal tanpa harus mencari lokasi penjualan secara terpisah.
“Kami ingin ada satu ruangan yang bisa dijadikan galeri UMKM. Jadi ketika wisatawan datang, mereka langsung bisa melihat produk lokal yang lengkap dan representatif,” ujarnya.
Selain lokasi strategis, promosi digital bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga mengikuti proses dalam e-katalog dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas.
“Kami mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya mengandalkan penjualan secara konvensional tapi juga lewat E-Katalog,” ungkapnya.
Ia mengatakan perkembangan teknologi menuntut pelaku UMKM untuk semakin adaptif dalam memasarkan produk. Promosi melalui media digital menjadi salah satu langkah yang terus didorong pemerintah.
“Justru para pelaku UMKM kita ini yang membuat kita harus semakin melek digital,” tuturnya.
Menurutnya, pemasaran melalui e-katalog dapat membuat produk UMKM tidak hanya bergantung pada kegiatan pameran atau event yang digelar pemerintah. Peluang tersebut juga dinilai menjanjikan bagi produk makanan dan berbagai kebutuhan lainnya.
“Kita bisa contoh salah satu pelaku usaha yakni Rumah Kue Tasya yang telah masuk dalam ekosistem pemasaran digital,” bebernya.
Kata dia, meski efisiensi anggaran dapat memengaruhi sejumlah kegiatan, kebutuhan terhadap produk UMKM tetap akan ada, terutama dalam berbagai kegiatan dan acara.
“Walaupun nantinya ada efisiensi pendapatan atau anggaran, tetap akan ada event dan kegiatan yang membutuhkan konsumsi maupun produk lainnya. Ini menjadi peluang yang harus bisa dimanfaatkan pelaku UMKM,” jelasnya.
Ditambahkannya, Diskoperindag Berau tetap perlu hadir sebagai jembatan pemasaran agar produk UMKM dapat dijual dengan harga yang wajar. Namun, dukungan tersebut diharapkan hanya menjadi stimulus awal hingga pelaku usaha mampu berkembang dan mandiri.
“Kami masih perlu memberikan insentif untuk membantu pemasaran, tetapi jangan terus-terusan. Ke depan mereka juga harus mandiri, meningkatkan produksi dan terus mengembangkan usahanya,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





