TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyiapkan langkah untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional di tengah perkembangan zaman yang semakin menggeser keberadaan permainan rakyat.
Tak sekadar menggelar perlombaan, Pemkab Berau berencana menjadikan olahraga tradisional sebagai agenda tahunan melalui Pekan Olahraga Tradisional Berau.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, agenda tersebut diharapkan menjadi wadah untuk melestarikan permainan rakyat sekaligus memperkenalkannya kembali kepada generasi muda.
“Selaku pemerintah daerah, kami akan memberikan dukungan penuh. Kita berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin. Pada tahun-tahun mendatang, kita akan menyelenggarakan Pekan Olahraga Tradisional Berau,” ujar Sri Juniarsih saat membuka lomba olahraga tradisional di Lapangan Batiwakkal, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, atlet yang mampu menorehkan prestasi dalam olahraga tradisional juga akan mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.
“Atlet yang berprestasi akan diberikan bonus oleh Pemkab Berau,” tegasnya.
Sri Juniarsih turut meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau menyiapkan pembinaan secara berkelanjutan. Pembinaan tersebut tidak hanya menyasar peningkatan kemampuan atlet, tetapi juga mencakup pemenuhan fasilitas pendukung olahraga tradisional.
Ia menilai, berbagai permainan rakyat yang dahulu lekat dengan kehidupan masyarakat kini mulai tergerus perkembangan zaman. Kondisi tersebut membuat upaya pelestarian perlu dilakukan secara lebih serius dan melibatkan generasi muda.
“Generasi Z juga harus ikut melestarikan permainan dan olahraga tradisional ini,” katanya.
Kegiatan olahraga tradisional tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb.
Pembukaan lomba ditandai dengan pelepasan anak panah oleh Bupati Berau. Sejumlah olahraga tradisional dipertandingkan dan mendapat antusiasme dari peserta maupun masyarakat yang hadir.
Sri Juniarsih menegaskan, olahraga tradisional bukan sekadar aktivitas untuk berolahraga dan berkompetisi. Lebih dari itu, permainan rakyat menjadi bagian dari warisan budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus.
“Kita harus menjaga dan melestarikan budaya kita karena ini adalah warisan leluhur yang sangat berharga,” pungkasnya. (ADV)
Editor: Dedy Warseto





