TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– PT Pelindo Group memperkuat komunikasi dan sinergi dengan para pengguna jasa kepelabuhanan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di perairan Tanjung Redeb berjalan aman, lancar, efektif, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penguatan koordinasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Coffee Morning bersama para pengguna jasa yang dilaksanakan di IP Cafe & Karaoke, Jalan Murjani I, Tanjung Redeb.
Forum ini menjadi ruang komunikasi dua arah untuk membahas berbagai kebutuhan dan persoalan teknis yang berkaitan dengan aktivitas kapal di perairan Tanjung Redeb.
Dalam pertemuan tersebut, PT Pelindo Group bersama pengguna jasa membahas sejumlah aspek pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. Pembahasan mencakup koordinasi pelaksanaan pelayanan, kebutuhan operasional kapal hingga hal-hal teknis yang perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas kapal.
Deputy Manager Unit Tanjung Redeb PT Pelindo Group, Baharuddin Arsyad, mengatakan forum komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membangun hubungan yang lebih terbuka dengan pengguna jasa.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PT Pelindo Group untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dengan pengguna jasa,” ujar Baharuddin.
Menurutnya, masukan dari pengguna jasa memiliki peran penting dalam proses evaluasi pelayanan. Terlebih, kondisi operasional di lapangan dapat menghadirkan kebutuhan maupun kendala yang perlu dicarikan solusi secara bersama-sama.
“Masukan dari pengguna jasa menjadi hal penting bagi kami dalam melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan pemanduan dan penundaan kapal, khususnya di perairan Tanjung Redeb,” jelasnya.
Melalui Coffee Morning tersebut, pengguna jasa juga diberikan ruang untuk menyampaikan saran, masukan maupun kendala yang mereka hadapi selama pelaksanaan pelayanan kapal.
Komunikasi secara langsung dinilai penting agar persoalan teknis yang muncul di lapangan dapat dipahami dengan lebih baik. Dengan demikian, penyelesaian kendala tidak hanya dilakukan berdasarkan evaluasi internal, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman dan kebutuhan pengguna jasa.
Baharuddin menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak. Diperlukan koordinasi dan sinergi antara PT Pelindo Group, pengguna jasa serta para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan aktivitas kepelabuhanan.
“Kami ingin pelayanan pemanduan dan penundaan kapal dapat berjalan dengan aman, lancar dan sesuai dengan kebutuhan operasional pengguna jasa,” katanya.
Ia menambahkan, komunikasi yang dibangun melalui forum tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan pelayanan kapal di wilayah perairan Tanjung Redeb.
“Dengan komunikasi yang baik, berbagai kendala teknis di lapangan dapat kita identifikasi dan komunikasikan bersama untuk mencari solusi terbaik,” ungkapnya.
PT Pelindo Group juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kepelabuhanan yang andal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan. Pemanduan dan penundaan kapal menjadi bagian penting dalam mendukung pergerakan kapal, sehingga koordinasi yang baik menjadi salah satu faktor yang perlu terus dijaga.
Pelayanan kepelabuhanan yang optimal juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi daerah. Kelancaran pergerakan kapal dapat mendukung distribusi barang serta konektivitas maritim yang menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan ekonomi di Kabupaten Berau dan wilayah Kalimantan Timur.
Karena itu, sinergi dengan pengguna jasa tidak berhenti pada kegiatan Coffee Morning. PT Pelindo Group berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dan memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait.
Melalui penguatan komunikasi tersebut, PT Pelindo Group berharap pelayanan kapal di perairan Tanjung Redeb dapat berlangsung semakin efektif dan aman. Pada saat yang sama, peningkatan kualitas layanan diharapkan turut mendukung kelancaran konektivitas maritim dan pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Berau.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pengguna jasa dan stakeholder terkait agar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal dapat berjalan semakin optimal,” pungkasnya. (ADV)
Penulis: Rizal
Editor: Dedy Warseto




