TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau menyambut positif setiap rencana peningkatan konektivitas transportasi yang dapat membuka akses Berau dengan daerah lain, termasuk konektivitas antarprovinsi hingga jalur menuju Brunei Darussalam.
Dalam kesempatannya, Kepala Dishub Berau, Rusnan Hepni, mengatakan pihaknya belum memperoleh informasi terbaru terkait rencana tersebut.
Namun, kata dia, apabila nantinya terdapat program peningkatan konektivitas yang melibatkan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, pihaknya menyatakan siap memberikan dukungan.
“Kalau yang kita tahu, dari zaman sebelumnya sudah pernah ada. Kita belum ada informasi terbaru,” ungkap Rusnan, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, pembukaan akses baru tentu memiliki prospek yang cukup besar bagi masyarakat. Terlebih, konektivitas tersebut tidak hanya menyangkut kepentingan Kabupaten Berau, tetapi juga berkaitan dengan mobilitas antarwilayah.
Rusnan menjelaskan, kewenangan Dishub Berau saat ini masih berada pada lingkup transportasi daerah. Sementara untuk konektivitas antarprovinsi, kewenangan dan perencanaan lebih banyak berada di tingkat pemerintah provinsi maupun pusat.
“Kalau antarprovinsi dan kabupaten mungkin lebih condong dari teman-teman provinsi yang punya tanggung jawab itu. Kalau kita, tugas dan fungsinya masih di daerah kabupaten,” jelasnya.
Kendati demikian, Rusnan menegaskan Pemkab Berau akan menyambut baik apabila rencana tersebut benar-benar dibuka dan dikembangkan.
“Kalau upaya itu dibuka dari provinsi dan kabupaten punya, alhamdulillah. Kita berharap bisa ada,” katanya.
Ia menilai peningkatan konektivitas akan memberikan dampak besar bagi Berau, terutama dalam memangkas waktu tempuh dan memperlancar mobilitas masyarakat maupun aktivitas ekonomi.
Bahkan, Rusnan menyebut adanya informasi mengenai konektivitas yang dapat menjangkau wilayah Brunei Darussalam. Menurutnya, apabila rencana tersebut terealisasi, Berau tentu akan mendapatkan manfaat dari sisi aksesibilitas.
“Kita sangat mendukung kalau ada itu. Apalagi ada informasi sampai ke Brunei Darussalam,” ujarnya.
Ia menyebut, selain konektivitas lintas wilayah tersebut, Dishub Berau juga memiliki harapan lebih besar terhadap pembangunan jaringan jalan tol yang dapat menghubungkan Berau dengan wilayah selatan Kalimantan Timur.
Rusnan berharap pembangunan jalan tol yang telah berkembang dari Balikpapan menuju Samarinda dan mulai diarahkan ke Bontang nantinya dapat dilanjutkan hingga wilayah yang lebih dekat dengan Berau.
“Kita lebih berharap lagi ada jalan tol antara kita dengan kota timur. Karena kita perlu bagaimana akses kita selama ini,” tuturnya.
Saat ini, perjalanan darat dari Berau menuju Samarinda masih membutuhkan waktu cukup panjang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya peningkatan infrastruktur konektivitas antardaerah.
“Untuk ke Samarinda itu kita butuhkan waktu 12 sampai 14 jam,” sebutnya.
Rusnan berharap pengembangan jaringan jalan tol tidak berhenti di wilayah Bontang, tetapi dapat terus dilanjutkan hingga kawasan utara Kalimantan Timur. Menurutnya, konektivitas tersebut akan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau jalan tol yang sekarang melanjut dari Balikpapan-Samarinda sudah ada, Samarinda mau ke Bontang ini sudah mulai dipikirkan. Harapan kita itu lanjut lagi Bontang ke Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




