TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sektor pariwisata Kabupaten Berau. Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, berhasil menembus 30 besar Desa Wisata Terbaik dalam ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Berau. Pasalnya, Dumaring harus melewati proses kurasi dan seleksi yang cukup panjang sebelum akhirnya mampu bersaing dengan berbagai desa wisata unggulan dari sejumlah daerah di Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan keberhasilan Dumaring tidak diraih secara instan. Dari lima kampung wisata yang sebelumnya dipersiapkan untuk mengikuti ajang tersebut, proses seleksi kemudian mengerucut hingga tersisa tiga kampung.
Dari tahapan tersebut, Kampung Dumaring akhirnya terpilih untuk mewakili Berau pada seleksi tingkat nasional dan berhasil masuk dalam jajaran top 30 Desa Wisata WIA 2026.
“Alhamdulillah, Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan berhasil masuk 30 besar Desa Wisata,” ujar Yudha.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi Berau karena kompetisi WIA 2026 mempertemukan desa-desa wisata dengan berbagai keunggulan dari seluruh Indonesia.
Salah satu faktor yang menjadi kekuatan Dumaring di mata tim penilai adalah pola pengelolaan destinasi yang mengedepankan kolaborasi. Pengembangan wisata di kampung tersebut dinilai tidak hanya berorientasi pada destinasi, tetapi juga mengintegrasikan konservasi lingkungan, pelestarian budaya dan adat, edukasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Konsep pengelolaan yang menyeluruh tersebut menjadi salah satu pembeda Dumaring dibandingkan kampung wisata lainnya di Berau.
“Masih banyak yang harus kita lakukan. Masing-masing kampung punya keunggulan, tinggal pengelolaannya yang kadang membedakan,” jelasnya.
Setelah berhasil menembus 30 besar nasional, Dumaring kini harus menghadapi tahapan berikutnya, yakni visitasi langsung oleh tim penilai Kementerian Pariwisata.
Disbudpar Berau pun memastikan pendampingan akan terus dilakukan untuk mempersiapkan Dumaring menghadapi tahapan tersebut. Pembenahan fasilitas, penguatan manajemen pengelolaan, serta optimalisasi potensi wisata menjadi sejumlah hal yang akan diperkuat.
Yudha menegaskan, tantangan dalam mengembangkan pariwisata daerah merupakan bagian dari proses untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas.
“Tantangan itu pasti selalu ada. Tapi justru tantangan itu yang membuat kita terus berpikir, belajar, bergerak untuk meningkatkan kolaborasi dan kerja sama, terus berinovasi dan kreatif menghadapi tantangan tersebut,” pungkasnya. (ADV)
Editor: Dedy Warseto





