TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Masyarakat Kabupaten Berau kini memiliki alternatif yang lebih mudah untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau membuka layanan pembayaran pajak langsung di kawasan Car Free Day (CFD) Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb, setiap Minggu.
Layanan tersebut menjadi bagian dari strategi Bapenda untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Menariknya, pembayaran PBB-P2 di lokasi tersebut tidak mengharuskan warga membawa uang tunai. Masyarakat cukup menggunakan telepon seluler dan melakukan transaksi melalui QRIS.
Kepala Bapenda Berau, Djupiansyah Ganie, menjelaskan keberadaan layanan di CFD bukan hanya ditujukan untuk mengejar pembayaran pajak. Menurutnya, kehadiran petugas juga menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat bahwa pembayaran PBB-P2 saat ini dapat dilakukan dengan cara yang lebih praktis.
“Setiap minggu kita ada di CFD. Kita bukan semata-mata melakukan penagihan, tetapi mengingatkan masyarakat bahwa sekarang sistem pembayaran jauh lebih mudah. Tidak perlu datang ke kantor atau bank, cukup menggunakan HP,” ungkap Djupiansyah.
Ia menilai kemudahan transaksi digital dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB-P2.
Karena itu, Bapenda tidak hanya membuka pelayanan di pusat kota. Pendekatan serupa juga dilakukan dengan mendatangi kampung, kelurahan hingga lingkungan RT untuk menyampaikan informasi sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan perpajakan.
“Selain layanan di CFD, kami juga melakukan pendekatan langsung ke kampung, kelurahan, hingga tingkat RT,” tuturnya.
Dalam memperluas penggunaan transaksi digital, Bapenda juga menjalin kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Bankaltimtara. Kerja sama ini diarahkan tidak hanya untuk mendukung pembayaran pajak, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap transaksi keuangan secara nontunai.
Djupiansyah berharap masyarakat yang sudah terbiasa membayar PBB melalui QRIS dapat ikut mengenalkan metode tersebut kepada lingkungan terdekat.
“Ketika mereka menggunakan QRIS untuk membayar PBB, mereka merasa dimudahkan. Setelah mereka bisa, harapannya mereka juga mengajak keluarga dan tetangga. Jadi secara tidak langsung mereka ikut memberikan edukasi bahwa bayar PBB sekarang lebih mudah,” katanya.
Untuk meningkatkan antusiasme masyarakat, Bapenda juga membuka peluang pemberian hadiah pada kegiatan tertentu, khususnya ketika bertepatan dengan momentum perayaan atau agenda daerah. Meski demikian, Djupiansyah menegaskan hadiah bukan menjadi tujuan utama.
Ia menyebut, sasaran utama program tersebut tetap membangun kebiasaan masyarakat menggunakan sistem pembayaran nontunai dalam memenuhi kewajiban pajak.
Selain kemudahan transaksi, Bapenda Berau juga memberikan stimulus berupa potongan pembayaran PBB-P2. Diskon sebesar 10 persen diberikan pada periode Juni hingga Juli, sedangkan pada Agustus hingga September masyarakat mendapatkan potongan sebesar 5 persen.
Ke depan, layanan jemput bola tersebut dipastikan akan terus diupayakan hadir di CFD Tepian Ahmad Yani. Bapenda juga membuka kemungkinan memperluas layanan ke kecamatan atau lokasi lain yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.
“Insyaallah, nanti kita akan ada terus di CFD. Dan kita akan muncul juga di momen-momen tertentu, ya mungkin ada hadiah, kayak kemarin perayaan 17-an, bikin kegiatan-kegiatan dan kita mungkin nanti akan pindah-pindah. Bukan hanya di situ, nanti kalau misalnya perlu kita hadir di Sambaliung, di Gunung Tabur atau lokasi lainnya pada saat event-event tertentu,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





