TANJUNG REDEB, PORTALBERAU— Peluang kakao Berau menembus pasar premium Eropa semakin terbuka. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perkebunan (Disbun) kini mempercepat pengembangan komoditas kakao, seiring adanya komitmen penyerapan biji kakao dari perusahaan cokelat premium asal Prancis, Valrhona.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu pemicu Pemkab Berau untuk memperkuat produksi kakao dari sisi hulu. Perluasan areal tanam pun mulai digenjot, dengan tetap memperhatikan kesiapan petani dan kondisi lahan.
Plt Kepala Disbun Berau, Hendratno, mengatakan pemerintah daerah sebelumnya menargetkan pembukaan lahan kakao baru sekitar 100 hektare setiap tahun. Namun, pada 2026, dukungan dari pemerintah pusat membuat target pengembangan tersebut meningkat signifikan.
“Penambahan lahan ini kami arahkan untuk petani yang serius dan lahannya bebas banjir. Selain itu, pendampingan tetap kami lakukan dari hulu ke hilir melalui bantuan alat fermentasi, pupuk, serta pelatihan sumber daya manusia (SDM),” ungkapnya.
Melalui dukungan Kementerian Pertanian, Berau mendapatkan alokasi bantuan perluasan lahan seluas 400 hektare. Dari jumlah tersebut, 200 hektare diperuntukkan bagi pengembangan kakao, sedangkan 200 hektare lainnya untuk komoditas kelapa.
Tambahan areal tersebut membuat total luas kebun kakao Berau kini mencapai sekitar 1.050 hektare. Angka itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 1.037 hektare, dengan produksi rata-rata sekitar 800 ton per tahun.
Hendratno menegaskan, pengembangan kakao tidak semata mengejar penambahan luas perkebunan. Pemkab Berau juga berupaya memastikan kualitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar, khususnya segmen premium.
Sambaliung saat ini masih menjadi sentra utama kakao Berau dengan luasan mencapai sekitar 479 hektare. Sementara wilayah lainnya tersebar di Kecamatan Kelay, Segah, Long Lanuk, Kampung Merasa, hingga Kampung Birang.
Menurutnya, meski luasan kebun kakao Berau masih relatif kecil dibandingkan komoditas perkebunan lainnya, kualitas biji kakao fermentasi menjadi keunggulan yang terus dikembangkan.
Keunggulan tersebut bahkan telah membuka akses ke pasar internasional. Valrhona, perusahaan cokelat premium asal Prancis, telah menjalin kerja sama untuk menyerap biji kakao Berau yang selanjutnya dipasarkan ke Eropa.
Kondisi itu dinilai menjadi peluang besar bagi petani kakao lokal. Sebab, pengembangan produksi kini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan komoditas bernilai tambah dengan pasar yang lebih luas.
Pemkab Berau berharap perluasan areal tanam yang dibarengi peningkatan kualitas, pendampingan petani, serta kepastian pasar dapat menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan baru yang mampu mendorong ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor perkebunan berkelanjutan di Bumi Batiwakkal. (ADV)
Editor: Dedy Warseto





