TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pos jaga yang berada di kawasan Segah Riverside, Tepian Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Berau, segera difungsikan sebagai Tourism Command Center.
Pos tersebut akan menjadi titik koordinasi pengamanan, ketertiban, sekaligus mendukung kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan wisata kuliner perkotaan tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santoso, mengatakan pengoperasian pos jaga itu mulai dimatangkan melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Salah satu hal yang dibahas yakni kejelasan pengelolaan aset. Berdasarkan hasil koordinasi, pos tersebut nantinya akan dicatat dan dikelola oleh Disbudpar Berau.
“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan, nanti pos ini akan dicatat di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” ujar Yudha.
Menurutnya, kejelasan pengelolaan diperlukan karena berkaitan dengan kebutuhan operasional pos. Mulai dari listrik, air, perlengkapan petugas hingga kebutuhan penunjang lainnya harus dipersiapkan agar pos dapat berfungsi secara optimal.
Selain persoalan aset, Disbudpar juga tengah menyusun pola penjagaan bersama sejumlah instansi. Dinas Perhubungan (Dishub) akan berperan dalam pengaturan dan pengawasan parkir, sementara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan membantu menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya ketika aktivitas pedagang dan pengunjung mulai meningkat pada sore hingga malam hari.
“Kita atur jadwalnya. Mungkin dari pagi untuk penertiban parkir dari Dishub, kemudian ketika pedagang mulai ramai, Satpol PP bisa masuk dari sore sampai malam untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” jelasnya.
Yudha menegaskan, keberadaan pos tersebut tidak hanya ditujukan untuk pengamanan. Ke depan, Tourism Command Center juga diarahkan menjadi pusat informasi pariwisata.
Informasi mengenai berbagai destinasi wisata di Berau dapat ditempatkan di pos tersebut sehingga masyarakat maupun wisatawan yang membutuhkan informasi dapat memperoleh rujukan dengan lebih mudah.
“Yang jelas dari sisi keamanan, kenyamanan, ketenteraman dan ketertiban. Ke depan kita juga kembangkan menjadi pusat informasi wisata,” katanya.
Disbudpar menargetkan pola penjagaan sudah mulai berjalan dalam satu hingga dua minggu ke depan. Namun, pengoperasian akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan personel serta dukungan anggaran operasional.
Yudha menyebut, pengoperasian pos tersebut juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Sejak awal pembangunan, pos memang diarahkan untuk mendukung fungsi pengawasan dan pengamanan kawasan wisata perkotaan.
“Setelah selesai, pos ini belum berfungsi. Karena itu beliau menginstruksikan supaya segera difungsikan sesuai dengan tujuan dibangunnya pos ini sebagai pusat komando pariwisata,” ungkapnya.
Kepala UPT Perparkiran Dinas Perhubungan Berau, Mahmuddin, menyambut baik pemanfaatan pos tersebut. Menurutnya, keberadaan pos akan membantu petugas dalam melakukan pengawasan parkir dan arus lalu lintas di sekitar kawasan Tepian Ahmad Yani.
Penataan parkir dinilai penting karena kawasan tersebut cukup ramai dan kerap dilalui maupun dipenuhi berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan berukuran besar.
“Dengan adanya pos ini kami sangat terbantu. Penataan parkir sudah kami lakukan dari sebelumnya. Dengan adanya pos jaga ini tentu menambah semangat teman-teman untuk melakukan penataan,” kata Mahmuddin.
Pada tahap awal, Dishub akan menyesuaikan jadwal penjagaan dengan kemampuan personel. Pengawasan diprioritaskan pada pagi hingga sore hari, kemudian akan dievaluasi untuk melihat kebutuhan penjagaan pada malam hari.
“Awalnya kita siang dulu, pagi sampai sore. Setelah berjalan dan melihat kondisi di lapangan, kemungkinan malam juga akan kita lakukan penjagaan,” jelasnya.
Dukungan juga disampaikan Satpol PP Berau. Kasi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan (Binwasluh) Satpol PP Berau, Syamsuri, mengatakan pengawasan di kawasan tersebut sebenarnya sudah rutin dilakukan melalui patroli.
Dalam sehari, petugas dapat melakukan patroli hingga dua atau tiga kali. Namun, dengan adanya pos terpadu, pengawasan di kawasan wisata dinilai dapat dilakukan lebih fokus.
“Sebetulnya ini memang bagian dari tupoksi Satpol PP. Tanpa ada pos pun kami rutin patroli di sini. Tapi dengan adanya pos terpadu ini kami sangat berterima kasih karena bisa lebih fokus,” ujar Syamsuri.
Ia menyebut, keberadaan pos juga dapat membantu mengantisipasi berbagai gangguan ketertiban yang berpotensi muncul seiring meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam hari.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain keberadaan pengamen yang mengganggu kenyamanan pengunjung, hingga aktivitas lain yang membutuhkan penertiban apabila terdapat laporan dari masyarakat.
Syamsuri mengatakan dirinya juga cukup sering melakukan pemantauan langsung di kawasan tersebut. Karena itu, menurutnya, keberadaan pos terpadu akan semakin memudahkan koordinasi apabila ditemukan gangguan ketertiban.
“Dengan adanya pos ini sangat membantu kami. Nanti pola dan skemanya akan kami atur ulang,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





