TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali memperkuat kesiapsiagaan pelaku pariwisata dalam menghadapi potensi bencana melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Mitigasi Bencana Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Parama, Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (26/8/2026), diikuti 25 peserta yang mewakili kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Berau.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, Bimtek tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengelola wisata terhadap potensi bencana sekaligus membekali mereka dengan kemampuan dalam mengidentifikasi ancaman serta meminimalkan risiko.
Menurutnya, pemahaman mengenai mitigasi penting dimiliki pengelola wisata, sehingga mereka mampu mengambil langkah yang tepat sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana.
“Kita harapkan dengan Bimtek ini para pengelola wisata sudah memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana,” ungkapnya.
Yudha menegaskan, pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik dan keindahan alam. Aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung juga harus menjadi perhatian dalam pengelolaan destinasi.
“Destinasi yang baik tidak hanya menawarkan keindahannya semata, tetapi juga mampu menghadirkan rasa aman bagi para pengunjung. Karena itu, Bimtek ini menjadi bagian penting dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, potensi bencana yang dapat terjadi di berbagai wilayah menjadi alasan pentingnya peningkatan kapasitas para pengelola wisata. Salah satunya adalah ancaman kebakaran yang dapat terjadi di kawasan destinasi.
“Nah, makanya ini sangat penting. Apalagi saat ini bencana terjadi di mana-mana. Tentu kita was-was juga kalau sampai terjadi kebakaran, misalnya di destinasi wisata,” katanya.
Selain menyasar Pokdarwis, Disbudpar juga memberikan perhatian kepada pengelola daya tarik atau destinasi wisata yang belum tergabung dalam kelompok sadar wisata. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai mitigasi bencana di seluruh sektor pariwisata.
Dengan keterlibatan langsung para pengelola wisata, pengetahuan terkait potensi risiko di masing-masing destinasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Bimtek, tetapi dapat diterapkan dalam pengelolaan di lapangan.
“Bimtek Mitigasi Bencana Tahun 2026 ini menjadi salah satu langkah kami untuk memperkuat kapasitas masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan pariwisata,” tandasnya. (ADV)
Editor: Dedy Warseto




