TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau memastikan Festival Manutung Jukut yang selama ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau tidak dilaksanakan pada 2026.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi menyusul kondisi cuaca panas ekstrem yang tengah melanda Kabupaten Berau.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga pelaksanaan kegiatan yang melibatkan aktivitas pembakaran ikan secara bersama-sama dinilai memiliki risiko.
Dalam kesempatannya, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, pihaknya tidak ingin mengambil risiko dengan tetap menggelar festival tersebut di tengah kondisi cuaca yang cukup panas.
“Festival Manutung Jukut tahun ini kita tiadakan. Mengingat kondisi cuaca kita yang sangat panas dan ada potensi karhutla, kita tidak ingin ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” ujar Sri Juniarsih.
Menurutnya, keputusan tersebut bukan berarti ikan yang sebelumnya direncanakan untuk dibakar dalam kegiatan festival tidak dimanfaatkan. Ikan tersebut tetap akan disalurkan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
“Ikannya tetap kita berikan kepada masyarakat. Nanti akan dibagikan ke 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Berau,” jelasnya.
Sri menilai kondisi cuaca saat ini menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan tersebut. Terlebih, Berau berada dalam kondisi panas yang cukup ekstrem dan disebut masuk dalam daftar daerah dengan suhu tertinggi di Indonesia.
“Kita ini nomor tiga terpanas di Indonesia. Dalam kondisi cuaca yang panas ekstrem seperti sekarang, tidak membakar ikan saja sudah terasa panas, apalagi kita melakukan kegiatan seperti itu,” katanya.
Ia menegaskan, peniadaan Festival Manutung Jukut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah daerah untuk menghindari potensi terjadinya kebakaran yang dapat berdampak lebih luas.
“Saya tidak menginginkan ada hal yang tidak kita inginkan terjadi nantinya. Lebih baik kita menghindari risiko itu,” tegasnya.
Sri berharap masyarakat dapat memahami keputusan tersebut. Menurutnya, semangat peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau tetap dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan lain yang lebih aman dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.
Pemkab Berau juga terus mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama kondisi cuaca panas dan kering berlangsung. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





