TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat menggelar Sholat Istisqa dan istighosah untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi cuaca panas dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Berau.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Berau Gamalis, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, Kepala Kejaksaan Negeri Berau Reopan Saragih, Ketua TP PKK Berau Sri Aslinda Gamalis, Ketua Dekranasda Berau Edy Suswanto, jajaran kepala OPD, personel TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian tata cara Sholat Istisqa, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat berjamaah dan ceramah agama yang disampaikan Pembina Yayasan Maula Arsyeh Al Islamiyah sekaligus Majelis Rotibul Haddad, Habib Jamaludin Fahmi Al-Jufri.
Dalam ceramahnya, Habib Jamaludin menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT agar diberikan hujan rahmat yang membawa keberkahan, keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Berau.
“Tujuan kita berkumpul di tempat ini untuk melaksanakan Sholat Istisqa dan istighosah, bermunajat dan berdoa memohon pertolongan Allah SWT agar berkenan menurunkan hujan rahmat-Nya, khususnya di Kabupaten Berau yang kita cintai ini,” ujarnya.
Ia menyebut, kondisi panas berkepanjangan dan kekeringan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan berbagai dampak, termasuk munculnya kebakaran di sejumlah lokasi yang hingga kini membutuhkan penanganan bersama.
Menurutnya, situasi tersebut hendaknya menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk melakukan introspeksi diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kekeringan, panas yang berkepanjangan dan musibah kebakaran yang kita rasakan saat ini menjadi ibrah, pelajaran dan pengingat bagi kita semua untuk kembali ke jalan Allah SWT,” katanya.
Habib Fahmi juga mengajak masyarakat tidak hanya memohon turunnya hujan, tetapi juga memperbaiki diri dengan menjalankan perintah agama dan meninggalkan berbagai larangan Allah SWT.
Ia mengingatkan, setiap musibah semestinya menjadi bahan evaluasi bersama, bukan sekadar menyalahkan keadaan maupun pihak tertentu.
“Jika ada bencana atau musibah, kita harus introspeksi diri masing-masing. Jangan menyalahkan keadaan, pemerintah, perorangan atau pihak lainnya. Kita jadikan ini sebagai pengingat atas kesalahan dan kekhilafan yang mungkin kita lakukan,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT, baik atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja, serta melakukan tobat dengan sungguh-sungguh.
Setelah rangkaian Sholat Istisqa dan ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang bermanfaat bagi Kabupaten Berau.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan serta meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia menyebut, selain upaya penanganan secara teknis oleh pemerintah bersama seluruh unsur terkait, diperlukan pula ikhtiar spiritual dengan memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah SWT.
“Kita tentu berharap melalui ikhtiar bersama ini, Allah SWT memberikan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan bagi Kabupaten Berau. Di tengah kondisi panas dan kekeringan yang kita hadapi, kita harus tetap berusaha, berdoa dan saling mengingatkan untuk menjaga lingkungan,” ujar Sri.
Bupati Sri juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin bersyukur, menjaga alam dan memperkuat kepedulian. Pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah penanganan, namun dukungan dan kesadaran seluruh masyarakat juga sangat penting,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





