TALISAYAN, PORTALBERAU – Pemkab Berau memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan. Sebanyak 179 aparatur kampung dari tiga kecamatan menjalani tes urine di Kantor Kecamatan Talisayan, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau tersebut menyasar aparatur kampung dari wilayah pesisir, meliputi Kecamatan Tabalar, Biatan dan Talisayan.
Dari total peserta, sebanyak 44 aparatur berasal dari Kecamatan Tabalar, 63 orang dari Kecamatan Biatan, dan 44 orang dari Kecamatan Talisayan.
Wakil Bupati Berau Gamalis yang juga menjadi pembina Kesbangpol hadir langsung untuk memberikan arahan sekaligus memantau pelaksanaan pemeriksaan.
Kepala Badan Kesbangpol Berau, Salim, mengatakan tes urine merupakan bagian dari komitmen Pemkab Berau dalam menciptakan lingkungan pemerintahan yang terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menyasar aparatur kampung, tetapi juga perlu diperkuat melalui sinergi lintas sektor, termasuk organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal.
“Pemerintah Kabupaten Berau melakukan tes urine agar aparatur bersih dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Aparatur sehat, kampung kuat, masyarakat hebat,” ujarnya.
Sementara itu, Gamalis menegaskan pemeriksaan tersebut tidak semata-mata dilakukan sebagai kegiatan administratif. Lebih dari itu, tes urine menjadi bagian dari langkah pembinaan, pencegahan sekaligus deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat karena pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan tertib serta tetap memperhatikan ketentuan dan hak privasi peserta.
“Tes urine ini bukan hanya administratif semata, tetapi merupakan bagian dari pembinaan, pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika serta zat adiktif di lingkungan pemerintahan,” kata Gamalis.
Gamalis mengingatkan, aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab besar sebagai penyelenggara pemerintahan sekaligus pelayan masyarakat. Karena itu, integritas dan profesionalitas harus dijaga, termasuk memastikan lingkungan kerja terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Ia menyebut, penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak terhadap kesehatan individu, tetapi juga dapat merusak kehidupan keluarga, menurunkan produktivitas dan pada akhirnya memengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat harus kita jawab dengan menjaga profesionalitas, integritas, disiplin dan memastikan lingkungan pemerintah bebas dari penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Ia juga meminta aparatur pemerintah menjadi contoh sekaligus bagian dari benteng pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing.
“Jaga diri, jaga keluarga dan jaga lingkungan. Kita harus menjadi contoh dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba,” pesannya.
Gamalis mengatakan, pelaksanaan pemeriksaan harus dilakukan secara objektif dan transparan dengan tetap menjunjung tinggi hak privasi setiap peserta.
Ia menambahkan Pemkab Berau akan terus mendukung berbagai langkah untuk membangun birokrasi yang sehat dan bersih. Menurutnya, lingkungan pemerintahan yang terbebas dari penyalahgunaan narkotika merupakan salah satu fondasi dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.
“Pemkab Berau selalu mendukung upaya menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dan birokrasi yang sehat karena ini merupakan pondasi penting bagi pelayanan publik yang berkualitas,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





