TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau terus mendorong peningkatan mutu perpustakaan di daerah, salah satunya melalui percepatan akreditasi perpustakaan perguruan tinggi.
Langkah tersebut diwujudkan dengan menggelar sosialisasi dan advokasi akreditasi yang ditujukan kepada para pengelola perpustakaan kampus. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai standar nasional yang harus dipenuhi dalam pengelolaan perpustakaan.
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusip Berau, Nur Sena, mengatakan hingga saat ini belum ada perpustakaan perguruan tinggi di Kabupaten Berau yang mengantongi akreditasi.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius Dispusip agar seluruh perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi dapat mulai mempersiapkan diri memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional.
“Saat ini terdapat empat perguruan tinggi di Kabupaten Berau, terdiri atas satu universitas dan tiga sekolah tinggi. Namun, belum ada satu pun perpustakaan perguruan tinggi yang telah terakreditasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, pengelola perpustakaan diberikan pendampingan mengenai tahapan pengajuan akreditasi, kelengkapan dokumen, hingga pemenuhan instrumen penilaian yang menjadi syarat dalam proses akreditasi.
Nur Sena menjelaskan, akreditasi bukan sekadar memperoleh predikat, tetapi menjadi tolok ukur kualitas tata kelola perpustakaan. Dengan memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP), layanan kepada mahasiswa, dosen, maupun masyarakat akan semakin optimal.
“Harapan kami, setelah mengikuti sosialisasi ini para pengelola memiliki gambaran yang jelas mengenai proses akreditasi sehingga dapat mulai melakukan pembenahan sesuai standar yang berlaku,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan Standar Nasional Perpustakaan akan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan koleksi, pelayanan kepada pemustaka, penguatan administrasi, hingga pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan.
Dispusip Berau optimistis semakin banyak perpustakaan di daerah yang mampu memenuhi standar nasional. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi buku, tetapi berkembang menjadi pusat informasi, literasi, dan pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Berau.
“Melalui pemahaman terhadap Standar Nasional Perpustakaan beserta instrumen akreditasinya, kami berharap kualitas perpustakaan di Kabupaten Berau terus meningkat dan semakin banyak yang berhasil memperoleh akreditasi,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




