TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau berupaya menghidupkan kembali budaya gotong royong di tingkat kampung melalui pembinaan kepada lembaga kemasyarakatan.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan gotong royong masih menjadi modal sosial yang memiliki peran besar dalam mendorong pembangunan di tingkat kampung.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat tidak hanya membantu mempercepat pelaksanaan program pembangunan, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarwarga.
“Budaya gotong royong harus terus dipertahankan sebagai kekuatan masyarakat dalam membangun kampung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perubahan pola kehidupan masyarakat membuat semangat swadaya di sejumlah wilayah mulai berkurang. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga diperlukan pembinaan secara berkelanjutan agar nilai-nilai kebersamaan tetap terjaga.
Lanjutnya, selain memperkuat pemahaman tentang pentingnya gotong royong, peserta juga diberikan materi mengenai pendataan partisipasi swadaya masyarakat.
Ia menyebut, data tersebut nantinya akan menjadi salah satu acuan dalam menyusun program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kampung.
Menurut Tenteram, keberhasilan pembangunan di kampung tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh sinergi antara pemerintah kampung, LPM, dan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang baik, kata dia, berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil pembinaan sekaligus menyosialisasikannya kepada masyarakat di kampung masing-masing.
“Budaya gotong royong tidak hanya tetap terpelihara, tetapi juga terus berkembang sebagai bagian dari identitas dan kekuatan masyarakat kita,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




