TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyatakan dukungannya terhadap rencana penggabungan Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Berau.
Langkah tersebut dinilai sebagai strategi penting untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Kabupaten Berau sekaligus membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan berbagai program bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Menurut Seno Aji, penggabungan dua perguruan tinggi tersebut akan memberikan banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas akademik. Dengan terbentuknya institusi yang lebih kuat, peluang untuk memperoleh akreditasi yang lebih baik juga akan semakin terbuka.
“Jika UMB dan Stiper bergabung, tentu kekuatan institusinya akan semakin besar. Ini akan mempermudah pemerintah provinsi dalam memberikan dukungan, baik melalui program beasiswa maupun program unggulan pendidikan yang saat ini sedang dijalankan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, salah satu pertimbangan penting adalah keterkaitan dengan program pendidikan gratis yang diusung Pemprov Kaltim melalui GratisPol.
Lanjutnya, program tersebut memiliki sejumlah persyaratan, termasuk aspek akreditasi perguruan tinggi yang menjadi salah satu indikator utama dalam penyaluran bantuan pendidikan.
Ia menyebut, masih terdapat sejumlah perguruan tinggi yang menghadapi tantangan dalam memenuhi standar akreditasi tertentu.
Karena itu, kata dia, penguatan kelembagaan melalui penggabungan kampus dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di daerah.
“Akreditasi menjadi salah satu syarat penting dalam implementasi program GratisPoll. Dengan kampus yang lebih kuat dan memiliki kualitas akademik yang meningkat, tentu akan semakin mudah bagi mahasiswa untuk mengakses berbagai bantuan pendidikan dari pemerintah,” katanya.
Seno Aji menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan tersebut adalah memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi generasi muda Kalimantan Timur. Ia berharap proses penggabungan dapat berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari seluruh pihak terkait.
Ke depan, manfaat yang dirasakan mahasiswa diperkirakan akan semakin besar. Selain memperoleh akses pendidikan yang lebih berkualitas, mahasiswa juga berpeluang mendapatkan pembiayaan pendidikan melalui program-program pemerintah daerah.
Melalui program GratisPol, Pemprov Kaltim berkomitmen meringankan beban biaya pendidikan masyarakat. Mahasiswa yang memenuhi persyaratan berkesempatan memperoleh bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sehingga dapat lebih fokus menyelesaikan studi tanpa terkendala persoalan biaya.
“Harapannya, semakin banyak putra-putri Berau yang dapat mengenyam pendidikan tinggi. Pemerintah ingin memastikan tidak ada mahasiswa yang terhambat kuliah hanya karena faktor ekonomi,” tegasnya.
Seno Aji menambahkan, dukungan terhadap penggabungan UMB dan Stiper Berau juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia di wilayah pesisir dan perbatasan Kalimantan Timur.
“Dari hadirnya perguruan tinggi yang lebih kompetitif dan memiliki daya saing tinggi, Berau kita harapkan mampu mencetak lulusan yang siap menjawab kebutuhan pembangunan daerah sekaligus mendukung visi Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





