TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Berau kembali berlanjut pada tahun ini. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,4 miliar untuk melanjutkan pengerjaan bangunan yang berlokasi di Jalan Raja Alam III, Kelurahan Rinding tersebut.
Saat ini, proyek yang digadang menjadi pusat layanan terpadu masyarakat itu masih memasuki tahap persiapan lelang sebelum pekerjaan fisik kembali dilaksanakan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan MPP DPUPR Berau, Diah Kurniawati, mengatakan anggaran yang disiapkan melalui APBD Murni 2026 akan difokuskan untuk menyelesaikan pekerjaan pada lantai satu dan lantai dua.
“Tahapannya masih menuju proses lelang. Tahun ini kami mendapat dukungan anggaran sekitar Rp9,4 miliar yang akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan MPP,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pekerjaan yang menjadi prioritas meliputi penyelesaian dinding bangunan, pemasangan plafon, instalasi mekanikal dan elektrikal, serta sistem perpipaan pada kedua lantai tersebut.
Menurutnya, alokasi anggaran kali ini belum mencakup pengadaan furnitur karena fokus pemerintah daerah masih pada penyelesaian fisik bangunan.
“Target kami adalah menuntaskan pekerjaan konstruksi lantai satu dan lantai dua terlebih dahulu. Untuk pengadaan mebel belum masuk dalam paket pekerjaan tahun ini,” katanya.
Sementara itu, pembangunan lantai tiga direncanakan akan diusulkan pada tahun anggaran berikutnya. Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan MPP hingga siap digunakan diperkirakan mencapai Rp31 miliar.
“Kelanjutan pembangunan lantai tiga akan kami usulkan pada tahun depan. Jika dukungan anggaran tersedia sesuai kebutuhan, penyelesaian seluruh bangunan bisa dilakukan secara bertahap hingga tuntas,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan pekerjaan, DPUPR Berau juga telah menyiapkan sejumlah strategi pelaksanaan di lapangan agar target pembangunan tetap dapat tercapai sesuai jadwal.
“Kami sudah memetakan beberapa alternatif pekerjaan yang bisa dijalankan secara paralel. Dengan cara itu, progres pembangunan diharapkan tetap berjalan optimal meskipun ada kendala teknis di lapangan,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





