TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai mematangkan pelaksanaan ratusan proyek infrastruktur sektor Sumber Daya Air (SDA) yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk kawasan permukiman hingga kampung terpencil.
Program tersebut didominasi pembangunan drainase dan irigasi yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak masyarakat saat ini.
Kepala Bidang SDA DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan fokus pembangunan tahun ini masih diarahkan pada pembenahan saluran drainase dan jaringan irigasi.
“Masih drainase dan irigasi,” singkatnya.
Ia menjelaskan, jumlah proyek yang akan dijalankan mencapai ratusan paket dan sebagian besar menyasar fasilitas dasar masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan gang-gang permukiman warga.
Berdasarkan data perencanaan, terdapat sekitar 190 paket pekerjaan drainase, termasuk jasa konsultansi, serta 74 paket pembangunan irigasi. Selain itu, DPUPR juga menyiapkan pekerjaan normalisasi sungai dalam skala terbatas, salah satunya di kawasan Rinding.
Menurut Hendra, seluruh rincian proyek tersebut dapat diakses masyarakat melalui portal Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) milik LKPP.
“Data lengkapnya ada di SiRUP, portalnya terbuka untuk umum. Drainase ada 190 paket termasuk konsultannya, irigasi 74 paket. Saya tidak hafal satu per satu, tapi semuanya tercantum di sana,” ujarnya.
Dengan banyaknya proyek yang menyasar wilayah kampung dan area dengan akses cukup sulit, target penyelesaian pekerjaan pun menjadi sorotan. Sesuai jadwal perencanaan, proyek-proyek itu ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.
Namun demikian, Hendra mengakui pelaksanaan di lapangan tetap memiliki tantangan tersendiri, khususnya dalam distribusi material menuju lokasi yang jauh dari pusat kota.
“Ada di SiRUP, karena itu memang Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan,” ucapnya sambil berseloroh.
Meski menghadapi tantangan geografis, DPUPR Berau memastikan pengerjaan proyek akan diupayakan selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Ya kita usahakanlah secepatnya bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi keterlambatan distribusi material dari Tanjung Redeb menuju kampung-kampung, DPUPR juga mempertimbangkan penggunaan material yang tersedia di sekitar lokasi proyek.
Kendati demikian, pihaknya menekankan bahwa kualitas pembangunan tetap menjadi perhatian utama dan tidak boleh diabaikan.
“Kalau bisa kita pakai material yang dekat dari lokasi kampung. Tapi kualitas tetap harus diperhatikan,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





