TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Rencana Pemerintah Kabupaten Berau mengalihkan sejumlah sekolah filial menjadi sekolah swasta mendapat perhatian dari DPRD Berau.
Anggota DPRD Berau Elita Herlina menegaskan kebijakan tersebut harus dikawal secara serius agar tidak mengurangi akses pendidikan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
Menurutnya, perubahan status sekolah jangan sampai menimbulkan persoalan baru bagi orang tua siswa, terutama terkait potensi biaya pendidikan tambahan yang sulit dijangkau masyarakat.
“Yang perlu digarisbawahi, perubahan status sekolah jangan sampai membebani orang tua siswa dengan biaya tambahan. Pelayanan pendidikan harus tetap bisa diakses dengan baik,” ujarnya.
Ia mengakui keterlibatan pihak swasta dalam mendukung sektor pendidikan memang penting, terutama dalam membantu pemerintah menyediakan sarana dan prasarana pendidikan hingga kebutuhan tenaga pengajar di daerah yang masih mengalami keterbatasan.
Namun demikian, Elita menegaskan pemerintah daerah tetap harus hadir dan memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga meskipun status sekolah berubah menjadi swasta.
“Jangan sampai setelah berubah status justru ada penurunan kualitas atau kendala bagi siswa untuk bersekolah,” tegasnya.
Politisi perempuan itu juga menyoroti kondisi tenaga pengajar di sekolah filial yang selama ini masih banyak bergantung pada tenaga non ASN. Menurutnya, persoalan kekurangan guru di wilayah pedalaman menjadi tantangan serius yang harus segera mendapat solusi.
Ia menilai kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan sekolah, tetapi juga ketersediaan tenaga pendidik yang memadai dan berkualitas.
“Masalah kekurangan guru di daerah pedalaman harus menjadi perhatian bersama, karena itu berkaitan langsung dengan proses belajar mengajar,” katanya.
Komisi I DPRD Berau, lanjut Elita, akan terus melakukan pengawasan terhadap proses alih status sekolah filial tersebut agar tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Berau.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dapat benar-benar memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Bumi Batiwakkal.
“Terutama bagi anak-anak kita di wilayah terpencil yang membutuhkan akses pendidikan layak dan berkualitas,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





