TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kabupaten Berau tahun 2026 menjadi momentum penguatan peran keluarga dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya penanganan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang RPJPD Bapelitbang Berau, dihadiri jajaran Tim Penggerak PKK, organisasi perangkat daerah, hingga kader Posyandu dari berbagai wilayah di Kabupaten Berau.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Maulidiyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Tim Penggerak PKK Kabupaten Berau yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya peningkatan kesejahteraan keluarga.
“PKK telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program pembangunan masyarakat. Kami berharap PKK terus menjadi penggerak dan terlibat langsung dalam menyukseskan program pemerintah daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kabupaten Berau. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Berau mencapai 23,4 persen atau masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 20 persen.
Selain itu, data Sigizi Kesga tahun 2025 menunjukkan dari total 23.105 balita di Kabupaten Berau, baru sekitar 40,06 persen yang terpantau melalui pengukuran di Posyandu. Rendahnya angka kunjungan balita ke Posyandu dinilai menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
“Persoalan stunting menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah di bidang kesehatan. Karena itu, TP PKK dan Posyandu diharapkan menjadikan penanganan stunting sebagai fokus utama untuk mencapai target nasional 14 persen pada tahun 2029,” katanya.
Lanjutnya? Pemkab Berau menilai keberhasilan pembangunan SDM tidak dapat dilepaskan dari kondisi keluarga yang sehat dan sejahtera. Karena itu, keberadaan PKK dinilai sangat penting dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, hingga pendidikan anak di tengah masyarakat.
Selain fokus pada kesehatan keluarga, PKK juga diharapkan mampu memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan usaha ekonomi keluarga melalui UP2K, pengembangan kewirausahaan rumah tangga, ketahanan pangan keluarga, hingga peningkatan minat baca.
“SDM berkualitas lahir dari keluarga yang sehat dan sejahtera. Di sinilah peran PKK melalui 10 program pokok PKK dan layanan Posyandu menjadi garda terdepan,” lanjutnya.
Selain itu, ia menyebut Pemerintah daerah juga meminta seluruh OPD teknis untuk terus memberikan dukungan terhadap program dan operasional PKK agar program pembangunan daerah berjalan lebih tepat sasaran.
Tak hanya itu, sinergi lintas sektor juga dianggap penting, termasuk keterlibatan camat, lurah, kepala kampung, hingga stakeholder lainnya dalam memperkuat gerakan PKK sampai ke tingkat bawah.
Dirinya menambahkan, Pemkab Berau turut mengapresiasi aktivitas PKK Berau yang dinilai aktif hingga tingkat kampung dan kelurahan. Keaktifan tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai prestasi dan inovasi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Ketika keluarga sebagai lingkup terkecil sejahtera, maka kesejahteraan daerah secara umum juga akan tercapai,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





