TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pendidikan terus mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan pendidikan. Salah satu langkah yang kini dijalankan ialah mengalihkan sejumlah sekolah filial menjadi sekolah swasta guna memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan belajar di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan hanya perubahan status kelembagaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun pola pengelolaan pendidikan yang lebih kolaboratif antara pemerintah dan pihak swasta, termasuk perusahaan yang beroperasi di Berau.
Menurutnya, selama ini operasional sekolah filial masih sangat bertumpu pada anggaran pemerintah daerah. Karena itu, perubahan status menjadi sekolah swasta diharapkan mampu membuka ruang kontribusi lebih luas dari berbagai pihak sehingga tanggung jawab pembiayaan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Sekolah-sekolah filial kita dorong untuk menjadi sekolah swasta. Harapannya, pembiayaan tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah, tetapi juga ada kontribusi dari pihak swasta,” ujarnya.
Salah satu realisasi kebijakan tersebut terlihat pada perubahan status SD Tunas Jaya 198 di Kampung Sambarata yang sebelumnya merupakan sekolah filial dan kini resmi menjadi sekolah swasta. Transformasi ini dinilai sebagai langkah untuk memperkuat layanan pendidikan, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas dan infrastruktur pendidikan.
Mardiatul menegaskan, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah semata. Seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, perlu ikut berperan dalam mendukung kemajuan pendidikan di Berau.
“Perkembangan pendidikan perlu didorong bersama. Tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkab, tetapi juga harus melibatkan pihak ketiga agar kualitas pendidikan semakin meningkat,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa jumlah sekolah filial di Kabupaten Berau terus berkurang seiring proses perubahan status yang dilakukan secara bertahap. Beberapa sekolah telah resmi menjadi sekolah swasta, sementara lainnya masih menjalani proses administrasi dan penyesuaian manajemen pengelolaan.
Selain SD Tunas Jaya 198 di Sambarata, sejumlah sekolah yang berada di bawah naungan SDN Gunung Sari, SDN 02 Gunung Tabur, dan SDN 001 Tanjung Batu turut masuk dalam agenda perubahan status pada tahap berikutnya.
Meski demikian, persoalan tenaga pendidik masih menjadi tantangan utama. Banyak sekolah filial saat ini mengandalkan guru non-ASN yang direkrut dari masyarakat sekitar, terutama di daerah dengan akses geografis yang sulit dijangkau.
“Kondisi ini membuat mobilitas guru dari sekolah induk menjadi terbatas,” ucapnya.
Pemerintah berharap, perubahan status sekolah disertai dukungan berbagai pihak dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil tanpa mengurangi hak siswa untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak.
“Selama kualitas layanan pendidikan dapat dipertahankan, perubahan status menjadi sekolah swasta bukanlah persoalan,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




