TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Gagasan menggabungkan sektor perikanan dan pariwisata di kawasan Batu-Batu mulai mencuri perhatian.
Konsep ini dinilai bukan sekadar pengembangan biasa, melainkan peluang menciptakan pusat ekonomi baru berbasis potensi lokal yang saling terhubung.
Dalam kesempatannya, Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, melihat integrasi dua sektor tersebut sebagai langkah inovatif yang patut didorong, terutama di wilayah yang memiliki kekuatan ganda sumber daya perikanan dan daya tarik wisata.
Namun, ia mengingatkan bahwa ambisi besar itu harus diiringi dengan perencanaan yang matang agar tidak berujung pada ketimpangan manfaat.
“Kami dukung, tapi harus direncanakan dengan baik agar tidak mengabaikan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Sutami, pengembangan kawasan terpadu sering kali berisiko hanya menjadi proyek jangka pendek jika tidak dirancang secara komprehensif.
Ia menekankan bahwa masyarakat lokal harus menjadi aktor utama, bukan sekadar penonton dari geliat investasi dan pembangunan.
Integrasi perikanan dan pariwisata, lanjutnya, seharusnya mampu membuka peluang usaha baru—mulai dari budidaya ikan, kuliner berbasis hasil laut, hingga jasa wisata.
Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur sebagai fondasi utama. Tanpa akses yang memadai, potensi besar yang dimiliki kawasan seperti Batu-Batu dikhawatirkan sulit berkembang maksimal.
Mulai dari jalan penghubung, sarana transportasi, hingga fasilitas pendukung wisata disebut harus dibangun secara paralel dengan pengembangan sektor utama.
“Tidak hanya ikan yang dikembangkan dan wisatanya ditonjolkan. Infrastruktur seperti jalan juga harus diperhatikan agar tujuan pembangunan bisa tercapai,” jelasnya.
Konsep integrasi ini diyakini mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian daerah. Namun, tanpa perencanaan yang terukur dan dukungan infrastruktur yang memadai, potensi tersebut bisa saja tidak optimal.
Karena itu, DPRD Berau mendorong pemerintah daerah untuk tidak setengah-setengah dalam menggarap konsep ini—mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan di lapangan.
Jika digarap serius, Batu-Batu bukan hanya akan dikenal sebagai kawasan perikanan atau destinasi wisata semata, tetapi sebagai model pengembangan ekonomi terpadu yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





