TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau menggelar pelatihan barista selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai kampung di Kabupaten Berau, dengan tujuan meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor kafe.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan lokal yang telah memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidangnya. Para peserta dibekali pengetahuan dasar hingga praktik langsung terkait pengolahan kopi, teknik penyajian, serta manajemen usaha kafe.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menyampaikan bahwa sektor usaha kafe saat ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan, terutama di wilayah perkotaan seperti Tanjung Redeb dan sekitarnya.
Menurutnya, tren konsumsi kopi yang terus meningkat menjadi peluang ekonomi yang perlu dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Usaha kafe saat ini merupakan salah satu peluang usaha yang cukup bagus. Selain dapat membuka kesempatan bekerja, juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berwirausaha,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan ini menjadi indikator bahwa sektor tersebut semakin diminati, khususnya oleh kalangan muda yang ingin mandiri secara ekonomi.
Lebih lanjut, Eva berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti pada peningkatan keterampilan semata, tetapi juga mampu mendorong peserta untuk mengambil langkah nyata setelah kegiatan berakhir.
“Kami berharap setelah pelatihan ini, teman-teman yang sebagian besar merupakan calon wirausaha baru dapat membuka usaha sendiri, atau minimal dapat bekerja di tempat-tempat usaha kafe yang saat ini banyak bermunculan di Tanjung Redeb dan sekitarnya,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Diskoperindag Berau berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sumber daya manusia, khususnya di sektor ekonomi kreatif.
“Kami harap, ke depan semakin banyak pelaku usaha baru yang lahir dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta penyerapan tenaga kerja lokal,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





