TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau mengakui adanya kendala kekurangan tenaga medis di RSUD Talisayan yang berdampak pada terganggunya pelayanan kesehatan.
Dalam kesempatannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sempat menyebabkan beberapa layanan, khususnya rawat jalan, harus dihentikan sementara.
“Memang ada kekurangan tenaga medis, sehingga pelayanan rawat jalan sempat berhenti sementara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi ini tidak terlepas dari berbagai aturan yang harus dipatuhi pemerintah daerah, terutama terkait pengadaan dan penempatan tenaga kesehatan yang mengacu pada regulasi pemerintah pusat.
“Kadang-kadang kita dihadapkan pada aturan-aturan dari pemerintah pusat. Jadi tidak bisa serta-merta langsung melakukan penambahan tenaga,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkab Berau telah mengambil langkah antisipatif untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya melalui skema penugasan tenaga kesehatan dari fasilitas lain, seperti yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.
“Tahun lalu kita antisipasi dengan penugasan. Dan saat ini juga sudah kita usulkan untuk pengisian tenaga medis,” katanya.
Said berharap, proses pengisian tenaga medis yang tengah diusulkan dapat segera terealisasi, sehingga pelayanan di RSUD Talisayan bisa kembali berjalan normal dan optimal.
“Insya Allah kita menunggu prosesnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa teratasi,” tambahnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, terutama di wilayah-wilayah yang masih kekurangan, agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
“Kita ingin pelayanan kesehatan tetap berjalan maksimal, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir seperti Talisayan,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





