TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Kebutuhan infrastruktur dasar kembali menjadi sorotan dalam pembahasan usulan pembangunan tingkat kampung. Anggota DPRD Berau, Sakirman, menegaskan bahwa mayoritas usulan masyarakat masih didominasi persoalan jalan poros dan air bersih.
Hal tersebut disampaikannya saat menanggapi berbagai usulan dari kepala kampung dalam forum perencanaan pembangunan. Dari keseluruhan aspirasi yang masuk, sekitar 80 persen berkaitan dengan peningkatan jalan penghubung antar kampung.
“Kalau kita lihat, hampir 80 persen usulan itu soal jalan poros. Ini harus menjadi perhatian serius untuk pembangunan 2027,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sejumlah wilayah seperti Kampung Sukan, Tunggit, Bekat Bukur, hingga Long Lanuk menjadi prioritas karena usulan tersebut telah berulang kali disampaikan dalam forum sebelumnya.
Menurutnya, jalan poros memiliki peran vital karena menjadi jalur utama yang menghubungkan aktivitas masyarakat antar kampung, baik untuk kebutuhan ekonomi maupun mobilitas sehari-hari.
“Jalan ini bukan hanya akses biasa, tapi menjadi urat nadi masyarakat. Jadi harus kita perkuat,” tegasnya.
Selain infrastruktur jalan, persoalan air bersih juga menjadi perhatian, khususnya di wilayah Bekat Bukur yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses.
Ia menilai, kebutuhan air bersih merupakan hal mendasar yang harus segera dipenuhi oleh pemerintah daerah.
“Air bersih ini kebutuhan dasar, jadi harus segera kita carikan solusi,” katanya.
Sakirman juga menyoroti kondisi serupa yang terjadi di beberapa kecamatan lain, seperti Tabalar dan Sambaliung, yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Untuk itu, ia mendorong tim teknis dari pemerintah daerah agar segera turun langsung ke lapangan guna menindaklanjuti hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
“Kami harapkan tim teknis bisa segera turun, supaya apa yang diusulkan tidak hanya jadi wacana, tapi benar-benar terealisasi,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




