TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Isu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pertambangan mulai mendapat perhatian serius dari DPRD Berau. Kondisi ini dinilai bisa berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi daerah jika tidak diantisipasi sejak dini.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mengingatkan bahwa selama ini sektor pertambangan masih menjadi penopang utama perekonomian Berau. Ribuan masyarakat menggantungkan mata pencaharian mereka pada industri tersebut, sehingga setiap gejolak yang terjadi akan langsung dirasakan dampaknya.
“Selama ini kita sangat bergantung pada sektor tambang. Ini yang harus diwaspadai, karena ketika terjadi pengurangan tenaga kerja, dampaknya bisa langsung terasa ke masyarakat,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, industri pertambangan sangat bergantung pada dinamika pasar global, termasuk harga komoditas dan kebijakan perusahaan. Dalam kondisi tertentu, efisiensi menjadi langkah yang diambil, termasuk melalui pengurangan tenaga kerja.
Menurutnya, situasi ini harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mulai memperkuat sektor ekonomi alternatif agar tidak terus bergantung pada tambang.
“Pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam. Harus mulai menyiapkan sektor lain sebagai penopang ekonomi, sehingga masyarakat punya pilihan pekerjaan ketika sektor tambang melemah,” tegasnya.
Subroto menyebut sejumlah sektor yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, seperti pertanian, perikanan, pariwisata, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor-sektor tersebut dianggap mampu menjadi bantalan ekonomi jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Penguatan sektor non-tambang ini penting agar ekonomi daerah lebih seimbang dan tidak mudah terguncang,” katanya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan perusahaan tambang agar tetap memperhatikan nasib tenaga kerja lokal, terutama jika kebijakan pengurangan karyawan tidak dapat dihindari.
“Kalau memang harus ada pengurangan tenaga kerja, saya minta perusahaan tetap memprioritaskan pekerja lokal untuk dipertahankan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Subroto juga mendorong para pekerja untuk terus meningkatkan keterampilan agar memiliki daya saing yang lebih baik di dunia kerja. Menurutnya, peningkatan kompetensi akan membuka peluang baru, baik di dalam maupun di luar sektor pertambangan.
“Tenaga kerja juga harus siap. Tingkatkan skill, jangan berhenti belajar. Dari posisi dasar pun bisa berkembang kalau punya kemampuan tambahan,” jelasnya.
Ia berharap, dengan adanya langkah antisipatif dari pemerintah, komitmen dari perusahaan, serta kesiapan tenaga kerja, dampak dari potensi PHK dapat ditekan dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, kita bisa meminimalkan dampak dan menjaga ekonomi Berau tetap berjalan,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





