TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Laju inflasi di Kabupaten Berau pada Februari 2026 kembali meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) mencapai 4,15 persen, lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 3,78 persen.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Berau, Mega Safira Aulia, menjelaskan kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perubahan harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di daerah ini.
Menurutnya, IHK merupakan indikator penting yang digunakan pemerintah untuk melihat perkembangan harga serta pola konsumsi masyarakat. Data ini disusun melalui Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilakukan secara berkala.
Selain itu, dalam penghitungan IHK dengan tahun dasar 2022, BPS telah melakukan sejumlah penyempurnaan metode. Salah satunya dengan memasukkan bobot jenis pasar dalam menentukan rata-rata harga komoditas.
“IHK merupakan salah satu data strategis yang digunakan pemerintah sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan, terutama terkait pola konsumsi masyarakat,” ujarnya.
Pada Februari 2026, terdapat beberapa faktor yang memicu kenaikan harga sejumlah komoditas di Berau. Salah satunya adalah meningkatnya harga emas perhiasan, yang dipengaruhi situasi geopolitik dan dinamika pasar global. Kondisi ini berdampak hingga ke tingkat daerah, termasuk di Berau.
Selain itu, kenaikan harga daging ayam ras juga turut menyumbang inflasi. Hal tersebut dipengaruhi oleh penetapan harga dari agen besar ayam potong di wilayah Berau yang menjadi acuan harga bagi pedagang di tingkat kios.
“Permintaan ayam yang meningkat menjelang awal Ramadan juga menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga komoditas tersebut,” jelasnya.
Faktor lain yang memicu inflasi adalah kembalinya tarif listrik ke harga normal. Sebelumnya, pemerintah memberikan diskon tarif listrik pada Februari 2025. Setelah kebijakan tersebut berakhir, indeks harga listrik pada Februari tahun ini mengalami kenaikan signifikan.
Secara bulanan atau month-to-month (m-to-m), inflasi Berau pada Februari 2026 tercatat 0,15 persen. Angka ini menjadi yang terendah dibandingkan daerah lain yang termasuk wilayah penghitungan IHK di Provinsi Kalimantan Timur.
Inflasi bulanan tersebut terutama berasal dari tiga kelompok pengeluaran. Pertama, kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 0,03 persen dengan andil 0,01 persen. Kedua, kelompok transportasi dengan inflasi 0,07 persen dan andil 0,01 persen. Ketiga, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 1,83 persen dengan andil 0,14 persen.
Dari sisi komoditas, emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil 0,13 persen. Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh pergerakan harga di pasar global yang berdampak hingga ke tingkat daerah.
Selain itu, beberapa komoditas lain yang turut mendorong inflasi bulanan antara lain daging ayam ras, angkutan udara, kacang panjang, tomat, ketimun, pembalut wanita, buncis, kangkung dan cabai rawit.
Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang justru menahan laju inflasi pada Februari 2026. Komoditas yang paling besar menahan inflasi adalah ikan layang atau ikan benggol dengan andil sebesar 0,17 persen.
Komoditas lain yang turut meredam inflasi di antaranya bensin, bawang merah, udang basah, jagung manis, bahan bakar rumah tangga, wortel, sawi hijau, minyak goreng dan cumi-cumi.
Untuk inflasi tahunan, terdapat tiga kelompok pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi 3,94 persen dengan andil 1,18 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi 14,51 persen dengan andil 2,24 persen. Selanjutnya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 13,94 persen dengan andil 1,01 persen.
Dari sisi komoditas, tarif listrik menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil 2,31 persen. Kenaikan ini berkaitan dengan berakhirnya kebijakan diskon listrik yang sebelumnya diberlakukan pemerintah.
Selain listrik, komoditas lain yang turut mendorong inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, ikan layang, daging ayam ras, ikan kembung, sigaret kretek mesin, ikan tongkol, beras, ikan bandeng serta nasi dengan lauk.
Sementara itu, komoditas yang menahan inflasi tahunan antara lain angkutan udara dengan andil sebesar 0,4 persen. Beberapa komoditas lain yang juga berperan menahan inflasi yakni bayam, bensin, bahan bakar rumah tangga, tomat, kangkung, sawi hijau, sabun, deterjen bubuk, terong serta pengharum cucian.
Dalam lingkup Provinsi Kalimantan Timur, inflasi tahunan tertinggi pada Februari 2026 terjadi di Kota Samarinda sebesar 5,29 persen. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 4,13 persen.
Untuk inflasi bulanan, angka tertinggi terjadi di Penajam Paser Utara sebesar 0,89 persen. Sedangkan Kabupaten Berau menjadi daerah dengan inflasi bulanan terendah di Kalimantan Timur, yakni 0,15 persen.
“Data IHK ini menjadi acuan penting bagi pemerintah untuk memantau perubahan pola konsumsi masyarakat sekaligus merumuskan kebijakan pengendalian harga,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





