TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Upaya pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan di Kabupaten Berau terus menunjukkan kemajuan. Hingga saat ini tercatat sedikitnya empat kampung telah mengelola hilirisasi kakao sebagai langkah meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Beberapa kampung yang telah lebih dulu menjalankan program tersebut di antaranya Kampung Labanan Makarti dan Kampung Long Lanuk. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi kampung berbasis potensi lokal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan bahwa hilirisasi kakao di tingkat kampung mulai berkembang dan menunjukkan potensi yang baik apabila dikelola secara berkelanjutan.
“Sejauh ini sudah ada sekitar empat kampung yang mengelola hilirisasi kakao, seperti Labanan Makarti dan Long Lanuk. Ini menjadi langkah penting agar komoditas kakao tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga memiliki nilai tambah,” ujarnya.
Selain kakao, pengembangan hilirisasi juga mulai diarahkan pada komoditas kelapa dalam. Saat ini program tersebut baru berjalan di dua kampung, yakni Kampung Giring-Giring dan Kampung Karangan.
Menurut Tenteram, pengembangan hilirisasi tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan mulai dari petani hingga sektor usaha.
“Kuncinya adalah kolaborasi. Pekebun, organisasi perangkat daerah, NGO, dan dunia usaha harus terlibat bersama mulai dari hulu sampai hilir,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan sektor hulu menjadi faktor penting dalam keberhasilan hilirisasi. Jika produksi dan kualitas bahan baku tidak diperbaiki sejak awal, maka pengolahan di tingkat hilir juga akan mengalami kendala.
“Hilirisasi akan macet kalau hulunya tidak dibenahi. Karena itu pembinaan kepada petani, peningkatan kualitas tanaman, hingga produktivitas kebun harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Pemerintah daerah pun terus mendorong pendampingan kepada kampung-kampung yang memiliki potensi komoditas unggulan. Harapannya, program hilirisasi tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi kampung secara berkelanjutan.
“Kami harapkan semakin banyak kampung yang mampu mengembangkan pengolahan komoditas lokal sehingga tercipta rantai ekonomi yang lebih kuat dari tingkat petani hingga pemasaran produk olahan, ” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




