• Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
1MarGMT+0700
  • Login
Portal Berau
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Portal Berau
No Result
View All Result

Kelapa Maratua Menua dan Tak Produktif, Camat Usulkan Peremajaan dan Tanam Kelapa Genjah

admin by admin
in Berau
0
Kelapa Maratua Menua dan Tak Produktif, Camat Usulkan Peremajaan dan Tanam Kelapa Genjah

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Potensi pengembangan kelapa dalam di Kecamatan Maratua dinilai cukup besar. Kondisi wilayah kepulauan dengan garis pantai yang panjang sangat mendukung pertumbuhan tanaman kelapa. Namun hingga kini, pengembangan komoditas tersebut masih menghadapi berbagai kendala.

Dalam kesempatannya, Camat Maratua, Ariyanto, menjelaskan bahwa sebagian besar pohon kelapa yang ada di wilayahnya saat ini sudah berusia tua dan tidak lagi produktif. Hal ini membuat produksi kelapa dari masyarakat semakin menurun dari tahun ke tahun.

Padahal, menurutnya, kelapa merupakan komoditas yang sangat cocok dikembangkan di wilayah pesisir seperti Maratua. Selain dapat dimanfaatkan sebagai komoditas perkebunan, tanaman ini juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar jika dikelola secara maksimal.

“Kelapa sebenarnya sangat cocok dikembangkan di Maratua, tapi banyak pohon yang sudah tua sehingga tidak produktif lagi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah peremajaan tanaman kelapa. Namun upaya tersebut tidak mudah dilakukan karena adanya sejumlah persyaratan administrasi untuk memperoleh bantuan dari pemerintah.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan dari organisasi perangkat daerah (OPD) adalah pembentukan kelompok tani. Sementara kondisi di Maratua berbeda, karena sebagian besar lahan kelapa merupakan milik perorangan milik masyarakat.

Kondisi tersebut membuat pembentukan kelompok tani menjadi sulit dilakukan, terlebih biasanya kelompok tani juga harus memiliki lahan yang dikelola secara bersama.

“Maratua memang harus membentuk kelompok tani dulu. Tapi kita tidak bisa membentuk karena lahannya perorangan. Sementara salah satu persyaratan dari OPD untuk mendapatkan bantuan adalah harus ada kelompok tani,” jelasnya.

Meski demikian, pihak kecamatan tetap berupaya mengusulkan bantuan bibit kelapa kepada pemerintah. Ariyanto mengaku sempat mendatangi Dinas Perkebunan Provinsi untuk mengajukan permohonan pengadaan bibit kelapa dalam bagi masyarakat Maratua.

Sebelumnya, bantuan bibit juga sempat diberikan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Berau. Saat itu sekitar 10 ribu bibit kelapa dibagikan kepada empat kampung di Maratua, dengan masing-masing kampung menerima sekitar 2.500 bibit.

Namun program tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Sebagian bibit yang ditanam terserang hama ulat artona, sementara sebagian lainnya rusak akibat gangguan monyet.

Akibatnya, sebagian besar tanaman yang ditanam gagal tumbuh dan tidak dapat dikembangkan lebih lanjut.

Di sisi lain, pohon kelapa yang ada saat ini juga sudah terlalu tinggi sehingga menyulitkan masyarakat saat memanen buahnya. Kondisi ini semakin membuat minat masyarakat untuk mengelola kebun kelapa menurun.

Padahal, menurut Ariyanto, kelapa memiliki banyak potensi produk turunan yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Selain buahnya, bagian lain seperti batok kelapa dapat diolah menjadi berbagai kerajinan, sementara daging kelapa dapat diolah menjadi produk seperti virgin coconut oil (VCO).

Namun keterbatasan bahan baku menjadi kendala utama untuk mengembangkan produk-produk tersebut di Maratua.

Sebagai solusi, ia mengusulkan pengembangan kelapa genjah di kawasan pesisir pantai. Jenis kelapa ini dinilai lebih cepat berbuah dan lebih mudah dipanen dibandingkan kelapa dalam yang saat ini banyak ditanam masyarakat.

“Kalau bisa di sekitar pantai ditanam kelapa genjah yang cepat berbuah, mungkin dua sampai tiga tahun sudah bisa dikonsumsi,” katanya.

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, keberadaan tanaman kelapa di kawasan pantai juga dinilai dapat menambah daya tarik wisata bagi pengunjung yang datang ke Maratua.

Ia bahkan berharap pengelolaan kelapa ke depan dapat melibatkan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sehingga memberikan nilai ekonomi bagi kampung.

“Buahnya bisa dinikmati wisatawan. Selain itu juga bisa membantu mengurangi abrasi. Nantinya bisa dikelola oleh BUMK dan menjadi pendapatan kampung,” kuncinya. (*/)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim

Previous Post

Saga Minta Pembangunan Infrastruktur Tidak Setengah-Setengah

Next Post

Bahas Ketenagakerjaan Perusahaan Tambang, Tenaga Kerja Lokal Kembali Jadi Topik Utama

admin

admin

Next Post
Bahas Ketenagakerjaan Perusahaan Tambang, Tenaga Kerja Lokal Kembali Jadi Topik Utama

Bahas Ketenagakerjaan Perusahaan Tambang, Tenaga Kerja Lokal Kembali Jadi Topik Utama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPRD Berau Soroti Limbah Sawit, Fasra Wisono Minta Pengawasan Lingkungan Diperketat

DPRD Berau Soroti Limbah Sawit, Fasra Wisono Minta Pengawasan Lingkungan Diperketat

by admin
0

TANJUNG REDEB, ‎PORTALBERAU – Pesatnya perkembangan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Berau dinilai perlu diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat,...

Berau Matangkan Dokumen Pengajuan Geopark Nasional Sangkulirang–Mangkalihat

Berau Matangkan Dokumen Pengajuan Geopark Nasional Sangkulirang–Mangkalihat

by admin
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Pemkab Berau terus mematangkan persiapan pengajuan kawasan Sangkulirang–Mangkalihat sebagai geopark nasional. Saat ini, fokus utama pemerintah daerah...

Perlu Penguatan Akses Wisata ke Maratua, Syarifatul: Destinasi Andalan Kaltim

Perlu Penguatan Akses Wisata ke Maratua, Syarifatul: Destinasi Andalan Kaltim

by admin
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau terus mendapat perhatian dari DPRD Kalimantan Timur. Salah satu fokus...

Bahas Ketenagakerjaan Perusahaan Tambang, Tenaga Kerja Lokal Kembali Jadi Topik Utama

Bahas Ketenagakerjaan Perusahaan Tambang, Tenaga Kerja Lokal Kembali Jadi Topik Utama

by admin
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah perusahaan tambang...

Portal Berau

© 2022 Portal Berau

Navigate Site

  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
  • Lainnya
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 Portal Berau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In