TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, mengingatkan pemerintah daerah agar pelaksanaan pembangunan infrastruktur dilakukan secara maksimal dan tidak setengah-setengah.
Ia menilai masih terdapat sejumlah proyek pembangunan yang tidak diselesaikan dalam satu periode anggaran, sehingga hasilnya kurang optimal.
Menurutnya, proyek infrastruktur yang tidak dituntaskan dalam waktu yang jelas berpotensi menimbulkan masalah baru. Selain memperlambat manfaat yang dirasakan masyarakat, kondisi tersebut juga bisa menyebabkan kerusakan pada bagian pembangunan yang telah lebih dulu dikerjakan.
“Kalau pembangunan tidak tuntas, tahun berikutnya tidak ada anggaran, lalu dilanjutkan lagi, yang sudah bagus tadi bisa rusak lagi karena ada jeda waktu,” ujarnya.
Saga menjelaskan bahwa jeda waktu yang terlalu lama antara tahap pembangunan sering kali membuat kondisi infrastruktur yang sudah dibangun mengalami penurunan kualitas.
Hal tersebut kata dia, dapat terjadi karena faktor cuaca, penggunaan sementara oleh masyarakat, maupun kurangnya perawatan selama menunggu kelanjutan proyek.
Ia menilai kondisi tersebut seharusnya dapat diantisipasi sejak tahap perencanaan. Pemerintah daerah diminta memastikan kesiapan anggaran serta perencanaan pembangunan yang matang agar proyek yang dimulai dapat diselesaikan secara berkelanjutan hingga benar-benar rampung.
Sebagai contoh, ia menyebut pembangunan infrastruktur seperti jalan dan dermaga yang kerap dilakukan secara bertahap. Menurutnya, pembangunan model tersebut sebenarnya tidak menjadi masalah selama tahapan pekerjaan dilakukan secara berkesinambungan dan memiliki kepastian waktu penyelesaian.
“Beberapa pembangunan seperti jalan atau dermaga memang bisa dilakukan bertahap, tapi harus berkelanjutan sampai selesai,” jelasnya.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan tersebut juga mengingatkan agar pemerintah daerah lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan. Menurutnya, proyek yang sudah dimulai seharusnya menjadi prioritas untuk diselesaikan terlebih dahulu sebelum membuka proyek baru di lokasi lain.
Dengan begitu, manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat tanpa harus menunggu terlalu lama akibat proyek yang terhenti di tengah jalan.
“Kalau sudah dibangun, sebaiknya anggarannya juga disiapkan untuk penuntasan, jangan sampai mangkrak,” tegasnya.
Saga berharap ke depan perencanaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Berau dapat dilakukan lebih matang, sehingga setiap proyek yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta tidak menyisakan pekerjaan yang terbengkalai. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





