TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Tiga nelayan asal Kabupaten Berau sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan Derawan–Maratua.
Ketiganya diketahui mengalami kerusakan mesin kapal sehingga terombang-ambing di tengah laut selama beberapa hari sebelum akhirnya berhasil kembali ke daratan dengan selamat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/3/26) lalu sekitar pukul 18.27 Wita di perairan antara Pulau Derawan dan Maratua. Ketiga nelayan yang dilaporkan hilang kontak tersebut masing-masing bernama Rapiuddin (32), Sukri (30), dan Safruddin Kasim (39). Ketiganya diketahui berprofesi sebagai nelayan dan berdomisili di Jalan PD Guna, Kabupaten Berau.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal nelayan yang mereka gunakan awalnya sedang menuju lokasi penangkapan ikan di rumpun atau bagan. Namun dalam perjalanan, mesin kapal mengalami kerusakan sehingga membuat kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terpaksa terapung di laut selama kurang lebih tiga hari.
Beruntung, setelah beberapa hari terombang-ambing, sebuah kapal nelayan dari Tanjung Batu yang melintas melihat kondisi mereka dan memberikan pertolongan. Kapal tersebut kemudian ditarik menuju perairan Tanjung Batu untuk dilakukan perbaikan mesin.
Setelah mesin kapal kembali normal, para nelayan tersebut memutuskan untuk kembali melaut menuju lokasi bagan. Namun nahas, di tengah perjalanan mesin kapal kembali mengalami kerusakan sehingga mereka kembali terombang-ambing di laut selama sekitar lima hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan selama berada di laut ketiga nelayan tersebut sempat melakukan komunikasi terakhir dengan keluarga dan pemilik kapal.
“Informasi yang kami terima, mereka sempat melakukan komunikasi terakhir dengan istri dan pemilik kapal sebelum akhirnya tidak bisa dihubungi lagi karena handphone yang digunakan mengalami kerusakan,” ujarnya.
Kondisi tersebut sempat membuat keluarga khawatir karena ketiganya tidak memberikan kabar selama beberapa hari.
Nofian menjelaskan, kabar mengenai keberadaan kapal akhirnya diketahui setelah pihak Polsek Tanjung Batu menyampaikan informasi kepada pemilik kapal bahwa kapal nelayan tersebut terlihat bersandar di wilayah Tanjung Batu.
“Setelah ada informasi dari Polsek Tanjung Batu bahwa kapal tersebut bersandar di wilayah mereka, barulah diketahui kondisi para nelayan tersebut dalam keadaan selamat,” jelasnya.
Setelah situasi dinyatakan aman dan kondisi kapal memungkinkan, ketiga nelayan tersebut akhirnya dapat kembali pulang ke rumah masing-masing.
“Alhamdulillah pada tanggal 9 Maret 2026 ketiganya sudah berhasil kembali ke rumah dalam keadaan sehat walafiat,” kuncinya.
Ia mengimbau agar para nelayan dapat mendalami informasi terkait keselamatan bagi profesi yang mereka jalani termasuk prediksi cuaca. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





