TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengungkapkan bahwa pembebasan lahan untuk pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Bohe Ilian yang direncanakan sejak tahun lalu, belum dapat terealisasi.
Menurut Lamlay, keterlambatan ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya terkait masalah lahan yang belum sepenuhnya diselesaikan.
“Memang, pembangunan Pustu di Bohe Ilian sudah direncanakan sejak tahun lalu, namun ada kendala teknis. Itu yang menyebabkan pembangunan belum bisa dilaksanakan,” ungkapnya.
Meskipun ada hambatan dalam realisasi pembangunan tersebut, Lamlay menegaskan bahwa usulan pembangunan Pustu ini tetap menjadi prioritas.
Dia menjelaskan, pihak Dinas Kesehatan Berau akan terus berupaya untuk mewujudkan fasilitas kesehatan tersebut, meski harus melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.
“Bukan berarti usulan ini hilang begitu saja. Kami akan tetap mengusahakan pembangunan Pustu ini meskipun harus melibatkan OPD lain. Hal ini demi memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat di Bohe Ilian,” jelasnya.
Lamlay juga menyatakan, meskipun saat ini pembebasan lahan menjadi tantangan, pihaknya optimis dapat menyelesaikan masalah tersebut dalam waktu dekat.
“Kami berharap dalam beberapa bulan ke depan, masalah yang ada dapat terselesaikan dan pembangunan Pustu bisa dimulai,” katanya.
Pembangunan Pustu di Bohe Ilian sangat penting untuk memberikan akses kesehatan yang lebih dekat bagi warga yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pelayanan medis.
“Kami berkomitmen untuk terus berupaya agar fasilitas kesehatan di daerah-daerah terpencil dapat segera terealisasi,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





