TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Jajaran Perum Bulog Cabang Berau bersama Satgas Saber Pangan meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kabupaten Berau menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kepala Perum Bulog Cabang Berau, Lucky Ali Akbar, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga sembako selama Ramadan hingga mendekati Idulfitri, periode yang identik dengan lonjakan permintaan masyarakat.
“Untuk ketersediaan sampai dengan HBKN stok sangat mencukupi, terutama beras dan minyak. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Ia menegaskan, monitoring yang dilakukan bukan sekadar seremonial. Tim turun langsung ke sejumlah distributor, agen, hingga titik penjualan bahan pokok strategis guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi lonjakan harga yang meresahkan.
Komoditas yang menjadi perhatian utama adalah beras dan minyak goreng, dua kebutuhan pokok dengan tingkat konsumsi tinggi selama bulan puasa dan menjelang Lebaran.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok beras di gudang Bulog dalam kondisi aman dan dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri. Hal serupa juga berlaku untuk minyak goreng, termasuk Minyakita yang menjadi salah satu produk bersubsidi dan banyak diminati warga.
Adapun penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun Minyakita tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Beras SPHP dan Minyakita dijual sesuai HET yang telah ditetapkan. Ini sebagai bentuk komitmen dalam menjaga daya beli masyarakat,” tegas Lucky.
Pengawasan, lanjutnya, dilakukan secara berkala dan berkelanjutan guna mengantisipasi potensi penimbunan barang maupun praktik permainan harga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sinergi antara Bulog, distributor, dan instansi terkait dinilai menjadi kunci menjaga ekosistem distribusi tetap sehat dan transparan.
Saat ini, Bulog Berau memiliki stok beras medium program SPHP sebanyak 1.000 ton, beras premium 44 ton, minyak goreng premium 5.000 liter, gula pasir 43 ton, serta daging sapi 3 ton.
Lucky pun mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Mengingat stok kebutuhan pokok dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi hingga HBKN, masyarakat tidak perlu panic buying,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





