TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Program tersebut dilaksanakan serentak mulai 23 Februari hingga kemungkinan berakhir pada 17 Maret 2026 mendatang.
Koordinator Wilayah SPPG Berau, Rani Oktaviana, mengatakan pihaknya telah menyesuaikan pola distribusi makanan selama Ramadan agar tetap efektif sekaligus memperhatikan kondisi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.
“Iya kak, MBG tetap kami laksanakan selama Ramadan, terhitung mulai 23 Februari sampai kemungkinan 17 Maret 2026,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (19/2/26) .
Rani menjelaskan, selama Ramadan pihaknya menggunakan menu kering atau menu yang dapat bertahan dalam waktu lebih lama. Hal ini dilakukan agar makanan tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka puasa.
“Iya, kami menggunakan menu kering atau menu yang tahan dalam waktu lama, jadi tetap aman saat dikonsumsi ketika berbuka,” jelasnya.
Meski demikian, SPPG Berau juga akan mengadakan kegiatan buka puasa bersama di sekolah pada waktu-waktu tertentu. Dalam kegiatan tersebut, menu yang disajikan berupa makanan basah dan dikemas menggunakan ompreng.
“Dalam beberapa kesempatan kami akan mengadakan buka puasa bersama di sekolah dengan menu basah menggunakan ompreng,” katanya.
Untuk pola pembagiannya, Rani menyebutkan distribusi makanan dapat dilakukan setiap hari, dua hari sekali, atau maksimal tiga hari sekali. Skema tersebut diterapkan untuk menjaga kualitas makanan sekaligus efisiensi distribusi.
“Bisa per hari, bisa per dua hari, atau maksimal tiga hari sebagai batas pemberian. Itu disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” terangnya.
Terkait kandungan gizi, ia memastikan setiap menu telah melalui perhitungan dan takaran dari ahli gizi di masing-masing SPPG. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi peserta didik tetap terpenuhi meski dalam suasana Ramadan.
“Terkait gizi, sudah ada takaran dari ahli gizi masing-masing SPPG. Jadi tetap sesuai standar kebutuhan anak-anak,” tegasnya.(*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





