TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, mengapresiasi hadirnya fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Pulau Derawan yang dibangun melalui dukungan pihak ketiga atau lembaga non-pemerintah (NGO).
Menurutnya, kontribusi tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Berau terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam penanganan persoalan lingkungan di kawasan wisata.
“Peresmian tadi sangat bagus, artinya ada sumbangan dari pihak ketiga. Ini menandakan Berau terbuka terhadap bantuan-bantuan seperti NGO untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah, khususnya di Derawan. Kita sangat mengapresiasi dan berterima kasih,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah modern di kawasan destinasi wisata tersebut dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain untuk aktif menjalin kerja sama serupa, baik melalui pihak ketiga maupun dukungan pemerintah daerah.
“Saya kira ke depan kampung-kampung lain bisa mencontoh Derawan dalam mendapatkan bantuan seperti ini,” katanya.
Waris menegaskan, persoalan utama yang kerap dihadapi kawasan wisata memang berkaitan dengan pengelolaan sampah. Dengan adanya TPS3R, setidaknya sebagian persoalan tersebut dapat ditangani di tingkat kampung sebelum dilakukan pengangkutan lanjutan.
“Masalah wisata memang salah satunya sampah. Mudah-mudahan dengan adanya TPS3R ini, persoalan sampah di Derawan bisa terselesaikan separuhnya, tinggal bagaimana sistem pengangkutannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem pengolahan yang dilakukan mulai dari pemilahan, pengemasan hingga pemadatan dinilai sudah cukup baik dan layak didukung agar berkelanjutan.
Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah juga berpotensi memberikan nilai ekonomi. Pemerintah daerah, kata dia, tengah mendorong skema kerja sama lanjutan agar sampah yang telah dipilah dapat dikelola kembali oleh pihak ketiga menjadi produk bernilai guna, termasuk daur ulang plastik.
“Ke depan, sampah ini akan kita kelola bukan hanya sebagai limbah, tetapi juga bisa menjadi pendapatan daerah maupun kampung melalui kerja sama yang tepat,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





