TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah menyatakan kondisi keungan di Provinsi Kalimantan Timur termasuk Kabupaten Berau dalam kondisi kurang baik.
Menurutnya, kondisi saat ini tentu seluruh aktivitas yang menjadi prioritas masyarakat harus tertunda dahulu. Namun, ia menyatakan bahwa hal itu akan berbeda ketika inovasi dimunculkan oleh kampung untuk mendongkrak Pendapatan Asli Kampung (PAK).
“Ditengah kondisi kemampuan anggaran yang tidak baik-baik saja perlu adanya inovasi bagi kepala kampung untuk dapat meningkatkan PAK,” ujarnya baru-baru ini.
Selain itu, hal yang terpenting dalam sebuah permasalahan anggaran menurut Syarifatul ialah kolaborasi lintas pemerintah dari pusat hingga daerah. Begitu pula dengan, kolaborasi dengan perusahaan yanga da di Kabupaten Berau.
“Karena anggaran sangat pas-passan jadi bantuan dapat darimana saja termasuk dari pemerintah pusat apalagi sekarang otonomi daerah pun mulai dibatasi dengan adanya inpres terkait jalan-jalan di daerah yang dapat dikerja oleh Pemerintah Pusat,” terangnya.
“Kemungkinan adanya program Prioritas juga menjadi alasan terjadinya pemangkasan anggaran,” sambungnya.
Kondisi keuangan darray jni tidak hanya terjadj dj Kabupaten Berau. Tapi terjadi pula pada anggaran pemerintah provinsi.
“Kami pun di provinsi juga terpotong jadi semuanya pun terdampak,” singkatnya.
Pihaknya pun mengklaim akan memperjuangkan permasalahan spam air bersih. Hal ini telah dibuktikannya di Kampung Dumaring yang telah memperoleh bantuan tersebut.
Ia pun menyebut bantuan ini tidak menutup kemungkinan juga akan diberikan kepada kampung lain. Tergantung, bagaimana proses pengajuan dan administrasi yang dilakukan oleh kampung itu sendiri.
“Terkait spam air itu bisa juga, kami pun telah memberikan anggaran melakui aspirasi untuk spam di Dumaring, karena Kecamatan Segah belum ada mengajukan atau mengusulkan ke kami jadi belum kami anggarkan,” jelasnya.
Hal serupa juga berlaku untuk cetak sawah dan yang lain yang akan pihaknya koordinasikan dengan OPD-OPD terkati yang ada.
Dikarenakan memang anggaran yang terpangkas, sehingga kegiatan-kegiatan lain kemungkinan dilewatkan dulu. Gubernur akan fokus pada konektivitas jalan-jalan skala besar dan juga kampung-kampung seperti listrik, jaringan, dan air.
“Kami juga mengawal gratispol untuk peningkatan pendidikan di Provinsi Kalimantan Timur,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





