TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka akses wilayah pedalaman. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), anggaran sebesar Rp21 miliar disiapkan untuk melanjutkan penanganan jalan dan jembatan di wilayah hulu Kecamatan Kelay pada tahun anggaran 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperbaiki konektivitas antar kampung yang selama ini terkendala kondisi geografis dan infrastruktur yang terbatas.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa pengerjaan tahun ini akan difokuskan pada lima kampung prioritas, yakni Long Duhung, Long Kelu, Long Kelay, Long Lamcin, dan Long Sului.
Menurutnya, sejumlah pekerjaan dasar telah dilakukan pada tahun sebelumnya sebagai tahap awal pembukaan akses.
“Kalau tahun kemarin itu kita pasang jembatan bailey ada dua, kemudian kita pasang aramko tujuh, dan badan jalan itu Long Duhung – Long Kelu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan tahun ini akan diarahkan untuk memperluas akses hingga menembus kampung berikutnya. Salah satu target utama adalah membuka jalur penyeberangan Sungai Duhung agar konektivitas menuju Long Kelay dapat terwujud.
“Target kita tahun ini juga di Long Kelu untuk bisa seberangi Sungai Duhung untuk sampai ke Long Kelay,” jelasnya.
Meski lima kampung tersebut menjadi prioritas, DPUPR memastikan kegiatan preservasi tetap berjalan di wilayah lain di Kecamatan Kelay. Kampung Merabu, Panaan, dan Merapun juga masuk dalam daftar penanganan, meskipun dalam skala berbeda.
Tidak hanya terfokus di Kelay, pemerintah daerah juga berkomitmen menjaga kualitas infrastruktur di kecamatan lainnya seperti Segah, Maratua, hingga kawasan sekitar Tanjung Redeb. Hal ini dilakukan agar pemerataan pembangunan tetap terjaga di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
Namun demikian, Junaidi mengakui pihaknya menghadapi tantangan keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Dalam dua tahun terakhir terjadi penurunan signifikan pada alokasi dana infrastruktur.
“Dari 2024-2025 itu ada penurunan anggaran sekitar 30 persen. Di efisiensi terhitung dari 2025-2026 itu lebih dari 50 persen, kita akan upayakan optimal,” tegasnya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




