TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan penyesuaian strategi dalam pelaksanaan program pasar murah tahun ini. Skema yang sebelumnya ditentukan sepihak oleh dinas kini diganti menjadi sistem berbasis pengajuan dari kampung dan kelurahan.
Langkah ini disebut sebagai bentuk evaluasi agar program intervensi harga tersebut lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil masyarakat di masing-masing wilayah.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menuturkan bahwa perubahan mekanisme ini memberi ruang lebih besar bagi pemerintah kampung maupun kelurahan untuk menentukan urgensi pelaksanaan pasar murah di daerahnya.
“Untuk tahun ini pola pelaksanaan pasar murah kita ubah mekanismenya. Tahun ini pelaksanaannya berdasarkan permintaan dari kampung atau kelurahan sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan baru ini diharapkan mampu mencegah pelaksanaan kegiatan yang kurang efektif serta memastikan bantuan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. Diskoperindag pun telah menyosialisasikan mekanisme tersebut kepada seluruh kampung agar segera mengajukan surat permohonan resmi apabila diperlukan.
“Dengan perubahan pola ini diharapkan pasar murah bisa lebih tepat sasaran. Kami sudah informasikan ke kampung, silakan bersurat saja ke dinas apabila memang ada kebutuhan,” terangnya.
Menariknya, hingga pertengahan Februari ini belum ada satu pun kampung atau kelurahan yang mengajukan permohonan pelaksanaan pasar murah. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator positif terhadap daya beli dan stabilitas ekonomi masyarakat Berau.
“Sampai saat ini belum ada permintaan yang masuk ke dinas kami. Mudah-mudahan saja ini pertanda bahwa ekonomi masyarakat Kabupaten Berau saat ini dalam kondisi yang sangat stabil,” jelasnya.
Meski demikian, Diskoperindag tetap melakukan langkah antisipatif guna menjaga keseimbangan harga dan pasokan bahan pokok. Koordinasi rutin dengan Perum Bulog terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditas strategis.
Eva memastikan bahwa berdasarkan laporan terbaru, stok bahan pangan utama seperti beras, gula, dan minyak goreng dalam kondisi aman untuk beberapa bulan mendatang.
“Kami tetap berkoordinasi dengan pihak Bulog. Dari data yang kami terima, bahan pangan seperti beras, gula, minyak dan lainnya saat ini stoknya aman sampai beberapa bulan ke depan,” terangnya.
Selain itu, pengawasan harga di tingkat pasar juga tetap dilakukan. Beberapa waktu lalu, tim Diskoperindag telah turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memantau perkembangan harga kebutuhan pokok.
“Beberapa waktu lalu tim kami sudah turun ke lapangan untuk sidak sebagai upaya menjaga stabilitas harga. Hasilnya masih stabil saja,” katanya.
Kendati situasi saat ini relatif terkendali, Diskoperindag tidak menutup kemungkinan akan meningkatkan intensitas pemantauan menjelang momentum hari besar keagamaan, seperti Ramadan dan Idulfitri, yang biasanya berdampak pada kenaikan permintaan bahan pokok.
“Tidak menutup kemungkinan saat awal Ramadan atau menjelang Idulfitri nanti tim akan turun lagi untuk memastikan harga tetap terkendali,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





