TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Keluhan masyarakat terkait dugaan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak tepat sasaran di Kabupaten Berau mendapat sorotan dari DPRD Kalimantan Timur.
Beberapa warga mengeluhkan terkait dugaan adanya penerima bantuan yang dinilai tidak memenuhi kriteria, sementara masyarakat yang lebih membutuhkan justru belum terakomodasi.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Makmur HAPK, menegaskan perlunya langkah cepat dari pemerintah daerah untuk mengevaluasi kembali data penerima BLT agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Kami meminta untuk didata kembali, kami menerima keluhan masyarakat terkait data untuk penerima BLT ini,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, validitas data menjadi kunci utama dalam penyaluran bantuan sosial. Ia menilai pendataan ulang perlu dilakukan secara menyeluruh dan objektif guna memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
“Pengulangan pendataan ini untuk menginventarisasi data yang seharusnya tidak masuk agar tidak menjadi data penerima BLT,” tegas Mantan Bupati Berau 2 periode itu.
Makmur menjelaskan, persoalan ketidaktepatan sasaran semestinya bisa diminimalisir apabila proses verifikasi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat paling bawah. Dalam hal ini, peran Ketua RT dinilai sangat strategis karena mereka dinilai paling mengetahui kondisi sosial dan ekonomi warganya.
“Persoalan-persoalan seperti ini harusnya dapat ditindaklanjuti melalui tingkat pemerintahan pertama yakni RT,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi antara RT, kelurahan, hingga kecamatan harus diperkuat agar data yang diajukan benar-benar akurat dan mutakhir. Dengan sistem pendataan yang transparan dan partisipatif, potensi kecemburuan sosial di masyarakat dapat dihindari.
Makmur juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak mengabaikan berbagai laporan yang disampaikan warga. Respons cepat dan evaluasi terbuka dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial.
“Kami meminta agar pemerintah menindaklanjuti hal-hal seperti ini jangan acuh tak acuh,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





