KELAY, PORTALBERAU– Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di wilayah hulu Kabupaten Berau kembali berlanjut.
Kali ini, Musrenbang Kecamatan Kelay digelar pada Selasa (10/6/26), dengan fokus pada pemenuhan infrastruktur dasar, layanan kesehatan, dan pendidikan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dan diikuti oleh unsur pemerintah kecamatan, kampung, serta perwakilan lintas sektor terkait.
Sebanyak 231 usulan pembangunan disampaikan dalam Musrenbang Kecamatan Kelay. Usulan tersebut merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat dari musrenbang kampung yang dilaksanakan sejak 15 hingga 27 Januari 2026.
Camat Kelay, Thoris, menyampaikan bahwa ratusan usulan tersebut didominasi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pembangunan dan perbaikan infrastruktur, sektor kesehatan, serta pendidikan.
“Usulan yang masuk mencakup pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan, jaringan listrik, air bersih, hingga perlindungan kawasan hutan,” ungkap Thoris.
Ia menjelaskan, salah satu usulan strategis adalah pembangunan jalan lingkar dalam yang menghubungkan Kampung Long Lanuk ke Kampung Merapun. Jalan ini dinilai sangat penting karena mampu memangkas jarak tempuh dari sekitar 190 kilometer menjadi 80 kilometer.
Selain itu, terdapat usulan pengembangan jaringan jalan lingkar dalam menuju Kampung Merasa sepanjang 2,5 kilometer, lanjutan jalan dari Muara Lesan ke Kampung Panaan, serta perluasan jaringan listrik yang kini telah masuk ke wilayah Muara Lesan dan Panaan dengan panjang mencapai 8,6 kilometer.
Di sektor kesehatan, Musrenbang Kecamatan Kelay juga menekankan perlunya peningkatan layanan kesehatan, termasuk mendorong seluruh puskesmas di Kelay menjadi puskesmas rawat inap, serta pemenuhan tenaga medis.
Sementara di bidang pendidikan, kebutuhan tenaga pendidik menjadi perhatian utama. Saat ini, Kecamatan Kelay masih mengalami kekurangan guru, terutama untuk mata pelajaran tertentu.
“Sebagian besar usulan memang kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, jalan, jembatan, dan telekomunikasi. Termasuk jalan tembus dari ibu kota kecamatan ke seluruh kampung,” jelas Thoris.
Ia menegaskan, jika infrastruktur dasar dan prioritas utama tersebut dapat terpenuhi, maka akan sangat membantu pemerintah kecamatan dalam melakukan pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat di seluruh kampung.
“Pemenuhan infrastruktur ini akan memudahkan akses, mempercepat pelayanan, dan menunjang pembangunan sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dalam arahannya menekankan pentingnya peran perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar benar-benar berdampak langsung pada wilayah sekitar operasional perusahaan.
“CSR harus berdampak nyata di tingkat kecamatan, terutama wilayah yang terdampak langsung. Pendekatan berbasis wilayah ini penting agar CSR tidak bersifat karikatif semata, tetapi menjadi pemberdayaan yang berkelanjutan,” tegas Sri.
Ia juga menyoroti potensi ekonomi Kecamatan Kelay, khususnya di Kampung Merasa yang kini dikenal sebagai salah satu sentra produksi kakao.
Lanjutnya, produk kakao dari wilayah tersebut bahkan telah menembus pasar luar negeri dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Menurut Sri, potensi tersebut harus diiringi dengan komitmen menjaga kelestarian hutan serta upaya rehabilitasi kawasan yang telah rusak.
“Kelay memiliki potensi besar dan bisa berdiri sendiri secara ekonomi, asalkan potensi itu dikelola dengan baik dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ucapnya.
Sri pun mendorong seluruh kepala kampung untuk terus menggali dan memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing kampung. Pemerintah Kabupaten Berau, kata dia, siap memberikan dukungan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Banyak sektor potensial yang bisa dikembangkan. Jika dimaksimalkan, tentu akan meningkatkan perekonomian kampung. Pemerintah siap mendukung,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sri juga menyampaikan sejumlah program pembangunan yang direncanakan akan dilaksanakan di Kecamatan Kelay pada 2026.
Di antaranya lanjutan pembangunan jalan poros Muara Lesan–Merasa, jalan lingkar Muara Lesan–Lesan Dayak, peningkatan akses poros Batu Rajang–Long Lamcin, pembangunan drainase di Kampung Merasa, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) secara bertahap. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





