SAMBALIUNG, PORTALBERAU– Pemerintah Kampung Pegat Bukur terus mendorong penguatan ekonomi kampung melalui pengembangan berbagai unit usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Sejumlah sektor usaha kini mulai menunjukkan hasil dan menjadi penopang pendapatan kampung.
Dalam kesempatannya, Kepala Kampung Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma, menyampaikan bahwa saat ini BUMK telah mengelola berbagai usaha unggulan, mulai dari pengolahan pupuk kompos, peternakan ayam potong, penyediaan air minum, jasa pengadaan material, jasa angkut, hingga usaha rumah sewa.
“Usaha-usaha ini sudah berjalan dan mulai memberikan hasil. Perputaran usahanya saat ini berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta,” ungkap Suharyadi.
Lanjutnya, selain sektor jasa dan perdagangan, BUMK Pegat Bukur juga tetap menjadikan sektor pertanian sebagai kegiatan utama. Menurutnya, pertanian menjadi basis ekonomi masyarakat yang terus diperkuat melalui berbagai program pendukung.
Untuk tahun ini, kata dia, Pemerintah Kampung Pegat Bukur menargetkan peningkatan pendapatan BUMK agar hasil usaha dapat dimanfaatkan kembali untuk pembangunan kampung, khususnya pembangunan fisik dan peningkatan fasilitas penunjang kegiatan masyarakat.
“Target kita ke depan tentu meningkatkan pendapatan. Hasilnya nanti akan kita arahkan kembali untuk pembangunan kegiatan fisik di Kampung Pegat Bukur,” jelasnya.
Ia menyebutkan, salah satu potensi yang saat ini terus dikembangkan adalah komoditas kakao. Suharyadi mengatakan, pihaknya tengah aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengembangkan kakao sebagai komoditas unggulan kampung.
“Kita mengajak masyarakat, termasuk generasi muda, untuk bersama-sama mengembangkan kakao. Saat ini kami juga bekerja sama dengan PT Berau Coal dalam pengadaan bibit dan pendampingan,” ujarnya.
Kendati demikian, pengembangan kakao tersebut telah masuk sebagai salah satu unit usaha di BUMK, sehingga pengelolaannya dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. Ke depan, Pemerintah Kampung Pegat Bukur juga berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi berupa tambahan unit pengolahan.
“Kami berharap bisa mendapatkan bantuan tiga unit ke depan. Nantinya kami juga berencana bekerja sama dengan pihak perusahaan untuk pembangunan fasilitas atau pabrik pengolahan,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





