TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau terus memperkuat program peningkatan produksi pertanian melalui kegiatan optimasi lahan dan cetak sawah. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala DTPHP Berau, Junaidi.
Junaidi menjelaskan, pada tahun 2025 sudah terlihat hasil dari kegiatan optimasi lahan pertanian (OPLA) yang bersumber dari APBN. Di antaranya pembangunan saluran irigasi kesier sepanjang 155 meter serta harmonisasi saluran manual sepanjang 80 meter.
“Capaian ini sudah bisa kita lihat di tahun 2025, dan insyaallah kegiatan OPLA dari APBN ini akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026,” ungkap Junaidi.
Ia menyebutkan, dalam pelaksanaan program OPLA, mekanisme pengusulan dilakukan melalui proposal dari kelompok tani. Namun hingga 2025, belum ada proposal usulan saluran kesier dari Kampung Semurut yang masuk ke bidang terkait.
“Kelompok tani di Kampung Semurut bisa menyampaikan usulan melalui proposal. Karena sampai tahun ini, kami belum menerima proposal terkait usulan saluran kesier untuk direalisasikan di wilayah tersebut,” jelasnya.
Ia menurutkan, optimasi lahan pertanian yang telah dilakukan berdampak langsung terhadap peningkatan indeks pertanaman. Hal ini terlihat dari kemampuan petani melakukan penanaman padi hingga tiga kali dalam setahun.
“Ini membuktikan bahwa optimasi lahan dari APBN berjalan baik. Bahkan sekarang setiap kampung sudah memiliki sentra padi yang kita bentuk, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian terkait peningkatan pendapatan petani, termasuk generasi muda,” bebernya.
Ia menyebut, pada tahun 2025, DTPHP Berau juga melaksanakan program cetak sawah seluas 425 hektare. Dari luasan tersebut, wilayah terbesar berada di Kampung Buyung-Buyung dengan total sekitar 209 hektare. Bahkan, kegiatan tanam perdana telah dilakukan di kampung tersebut dan dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Berau.
“Sampai saat ini, progres cetak sawah dari total 425 hektare sudah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen. Selain Buyung-Buyung, kegiatan cetak sawah juga dilaksanakan di Kampung Maltijaya dan Kampung Kuantang Ulu,” jelasnya.
Junaidi menargetkan seluruh kegiatan cetak sawah tahun 2025 dapat diselesaikan hingga 31 Maret. Setelah itu, program cetak sawah akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dengan luasan yang lebih besar.
“Untuk tahun 2026, akan ada tambahan cetak sawah, di antaranya di wilayah Buyung-Buyung sekitar 19 hektare dan Kampung Semurut sekitar 59 hektare. Total keseluruhan program cetak sawah ke depan mencapai 2.000 hektare dan seluruhnya bersumber dari APBN,” ucapnya.
Junaidi menambahkan, seluruh kegiatan cetak sawah tersebut dilaksanakan oleh satuan pelaksana yang telah ditunjuk dan saat ini masih dalam proses penyusunan Survey, Investigation, and Design (SID). Setelah penyelesaian cetak sawah tahun 2025, pekerjaan akan langsung dilanjutkan ke program tahun 2026.
“Dengan optimalisasi lahan dan cetak sawah ini, kita berharap produksi padi di Kabupaten Berau terus meningkat. Dari sebelumnya satu kali tanam, kini bisa dua bahkan tiga kali tanam dalam setahun,” tuturnya.
Ia optimistis produktivitas padi yang sebelumnya berada di kisaran empat ton per hektare dapat meningkat menjadi lima ton per hektare. Dengan peningkatan tersebut, produksi padi daerah diharapkan semakin optimal dan mampu memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Berau.
“Target kita tentu meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Mudah-mudahan program ini bisa memberikan hasil maksimal bagi pertanian Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





