TANJUNG REDEB, PORTALBERAU –Upaya menjaga kebersihan lingkungan di kawasan wisata terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Berau. Salah satu fokus utama yang kini dikebut adalah penyediaan fasilitas pengelolaan sampah terpadu guna menjawab persoalan limbah yang kerap muncul di destinasi unggulan.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau, Bambang Sugianto, mengungkapkan percepatan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) menjadi langkah strategis yang tengah dijalankan pemerintah daerah.
Menurutnya, keberadaan TPS3R dinilai efektif sebagai solusi jangka menengah dalam mengatasi persoalan sampah di tingkat kecamatan, khususnya di wilayah dengan aktivitas pariwisata tinggi.
“Pembangunan fasilitas ini dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang selama ini masih menjadi kendala,” kata Bambang, Rabu (4/2/26).
Ia menjelaskan, program TPS3R telah mulai direalisasikan secara bertahap sejak 2024 dan akan terus berlanjut hingga 2025. Sejumlah destinasi wisata favorit di Berau bahkan sudah lebih dulu merasakan manfaatnya.
“Beberapa kawasan wisata telah memiliki TPS3R, seperti Pulau Maratua dan Derawan,” ujarnya.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga tengah mematangkan perencanaan pembangunan TPS3R di kawasan Biduk-Biduk. Sementara untuk mendukung sistem pengelolaan sampah skala lebih besar, pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) direncanakan berlokasi di Talisayan.
“Kampung Tubaan juga telah masuk dalam daftar wilayah pengembangan selanjutnya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan TPS3R tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat. Melalui fasilitas ini, warga diharapkan mulai terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.
“Nantinya sampah tidak lagi langsung dibuang, tetapi dipisahkan antara organik, non-organik, dan plastik,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





