SURABAYA, PORTALBERAU — Anggota DPRD Berau, Arman Nofriansyah menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan Sirkuit permanen yang tidak hanya berbentuk layout.
Hal itu diungkapkan saat KONI, IMI Berau, dan Dispora Berau melakukan studi tiru ke Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Surabaya, Selasa (3/2/26) kemarin.
Hal ini juga dilakukan untuk memperkuat persiapan pembangunan sirkuit permanen balap motor berstandar nasional.
Kunjungan yang dipimpin oleh rombongan Dispora Berau ini bertujuan memperdalam perencanaan desain, pengelolaan fasilitas olahraga, serta strategi meningkatkan keterlibatan publik dalam pengembangan olahraga otomotif.
Arman Nofriansyah mengatakan bahwa studi tiru merupakan langkah penting dalam memastikan rencana pembangunan sirkuit permanen benar-benar memenuhi standar teknis dan kebutuhan atlet lokal.
“Dari kunjungan ini, kami mendapatkan banyak pelajaran berharga, terutama bagaimana sebuah pemerintah kota besar seperti Surabaya mengelola fasilitas olahraga dan memaksimalkan stakeholder terkait,” ujarnya.
“Ini bukan sekadar soal layout sirkuit, tapi bagaimana fasilitas itu dapat menjadi alat pembinaan atlet sekaligus ruang publik bagi masyarakat,” sambungnya.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun masterplan sirkuit yang tidak hanya sekadar venue balap, tetapi juga pusat pengembangan olahraga berkelanjutan di Berau.
“Intinya, kita ingin sirkuit nanti tidak hanya dipakai untuk lomba semata, tetapi juga berfungsi sebagai fasilitas latihan, pelatihan, dan area edukasi olahraga otomotif. Kita ingin Berau punya fasilitas yang bisa dibanggakan,” jelasnya.
Arman Nofriansyah yang juga Ketua Harian KONI Berau itu menambahkan bahwa Surabaya dipilih karena selain kapasitas infrastruktur yang lengkap, kota tersebut dikenal aktif dalam penyelenggaraan event olahraga dan sport tourism, yang potensi ekonominya juga cukup Suraba
“Kami melihat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, KONI, serta komunitas olahraga di Surabaya berjalan sangat baik. Itu yang ingin kita adopsi di Berau, supaya nanti sirkuit tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga memberi dampak luas bagi pembinaan atlet dan perekonomian lokal,” tandasnya.
Sebagai informasi bahwa rencana pembangunan sirkuit permanen sendiri sudah masuk ke dalam program prioritas Pemkab Berau pada periode 2025–2029, meskipun hingga kini prosesnya baru pada tahap kajian kelayakan (feasibility study) dan penjajakan lokasi.
Salah satu opsi lokasi yang tengah dipertimbangkan berada di Samburakat, Kecamatan Gunung Tabur, dengan luas lahan yang memadai dan status tanah yang tengah diurus sertifikasinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





