TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus mendorong para penyelenggara event wisata untuk melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait pelaporan jumlah kunjungan wisatawan.
Langkah ini dinilai penting sebagai dasar pengukuran keberhasilan event sekaligus upaya peningkatan sektor pariwisata daerah.
Kepala Bidang Bina Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Berau, Nurjatiah, menegaskan bahwa selama ini masih terdapat kelemahan dalam tata kelola data kunjungan wisatawan pada setiap pelaksanaan event. Padahal, data tersebut menjadi indikator penting dalam melihat tren dan perkembangan pariwisata Berau dari tahun ke tahun.
“Perlu dikoreksi terhadap penyelenggara event-event wisata yang ada di Kabupaten Berau. Karena dalam pelaksanaan event perlu adanya evaluasi dan melaporkan jumlah kunjungan wisatawan,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, pelaporan jumlah pengunjung bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pengembangan pariwisata ke depan. Tanpa data yang akurat, pemerintah daerah akan kesulitan dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
Nurjatiah menyampaikan, pihaknya secara konsisten melakukan upaya sosialisasi kepada para penyelenggara event agar memahami pentingnya pelaporan tersebut. Sosialisasi ini mencakup pemahaman kebijakan serta mekanisme pencatatan jumlah kunjungan wisatawan.
“Ini yang terus kami upayakan dan sosialisasi untuk memberikan informasi kepada para penyelenggara event terkait kebijakan ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, tujuan utama dari pelaporan tersebut adalah agar rekapan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahun dapat tercatat dengan baik dan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dengan data yang terstruktur, capaian sektor pariwisata Berau dapat dibandingkan secara objektif dengan daerah lain.
“Tujuannya nanti ialah agar rekapan kunjungan tersebut dapat selaras dengan rekapan setiap tahunnya dan terlihat signifikan naiknya. Kita kalah dalam membaca hal ini dengan kota seperti Balikpapan,” ungkapnya.
Menurutnya, Kota Balikpapan menjadi contoh daerah yang berhasil membaca peluang dan memanfaatkan data kunjungan wisata secara optimal. Dengan data yang akurat, Balikpapan mampu menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan secara signifikan dan berkelanjutan.
“Mereka telah membaca dengan signifikan peningkatan pengunjungan,” tuturnya.
Nurjatiah berharap ke depan para penyelenggara event di Kabupaten Berau semakin sadar akan pentingnya pelaporan jumlah kunjungan wisatawan. Dengan begitu, tidak hanya pemerintah yang diuntungkan, tetapi juga penyelenggara event itu sendiri.
“Kita berharap ke depan para penyelenggara event dapat melaporkan jumlah kunjungan agar mereka dapat berprestasi dan hal ini bisa dilakukan untuk peningkatan pariwisata,” kuncinya. (*/).
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





